Total Tayangan Halaman

Jumat, 03 Juni 2011

Syahrul Ajak Pengusaha Singapura ke Sulsel

Friday, 03 June 2011 SINGAPURA 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengajak pengusaha Singapura datang ke Sulsel dan menjalin kerja sama di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan.

“Dengan adanya penerbangan dari Makassar ke Singapura yang jarak tempuhnya hanya dua jam setengah, Sulsel dan Singapura sudah bisa menjalin kerja sama dengan baik dalam bidang perdagangan,” katanya di hadapan Duta Besar Indonesia di Singapura,kemarin. Syahrul menjelaskan,cukup banyak hasil komoditas dari Sulsel yang dikirim ke Singapura, di antaranya jagung,kopi, kakao.Pada pertemuan dengan Kedubes Indonesia untuk Singapura dan sejumlah pejabat dan pengusaha di Negeri Singa itu, dia mengajak pengusaha Singapura datang ke Sulsel dan mengembangkan kerja sama.

Bahkan,diamemintapengusaha Singapura datang ke Makassar untuk membicarakan peluangpeluang bisnis di daerah ini. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini mengatakan, cukup banyak industri yang bisa dibangun di Makassar dan daerah-daerah lain di Sulsel. Selain itu, dia memperkenalkan beberapa kekayaan alam yang dimiliki Sulsel, seperti halnya pertambangan serta sejumlah objek wisata yang dimiliki untuk menarik perhatian sejumlah wisatawan. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman menambahkan, pengusaha Singapura yang ingin berkunjung ke Makassar tidak perlu khawatir soal keamanan.

Sulsel siap menjamin wisatawan yang berkunjung aman dalam menjalankan aktivitas bisnis.“Jumlah personel kepolisian untuk Sulsel mencapai 28.000 personel dan untuk Makassar 4.000 orang. Jumlah itu sudah cukup,”ungkapnya. Kapolda juga menegaskan, berita-berita kerusuhan atau aksi kejahatan di Makassar bukanlah potret atas kondisi keamanan yang sesung-guhnya.“ Kalau soal kejahatan,kami akui tidak bisa lepas pada sebuah kota.Ada-ada saja motif kejahatan, tapi saya harap kita semua tidak perlu khawatir,” tandasnya.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha Singapura tersebut, Dewan Perdagangan Melayu Singapura Jun Karju mengeluhkan sulitnya berkunjung ke Tana Toraja. Padahal, daerah itu sangat diminati wisatawan mancanegara. Pihaknya mengakui transportasi yang digunakan ke Toraja sangat jauh dan membuatnya bosan dalam perjalanan. Selain itu, saat berada di Tana Toraja, dia sempat kebingungan sehingga menyarankan perlunya pelayanan yang lebih baik. “Saya sering ke Sulsel, tetapi saat ke Toraja, terus terang sempat keliling-keliling tidak tahu arah,”katanya.Menjawab keluhan itu, Syahrul berjanji akan membenahi semua tempat- tempat wisata di Sulsel.

Menlu Singapura Siap Jadi Mediator

Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura K Shanmugam mengungkapkan kesiapannya memfasilitasi hubungan komunikasi antara Singapura dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk membuka pintu kerja sama di segala lini. Bentuk mediasi yang diberikan, antara lain menjembatani hubungan komunikasi antara pengusaha Singapura dan Pemprov Sulsel. Menlu Singapura juga siap memanggil forum pengusaha Singapura dan mengoordinasikan dua kementerian lainnya, yaitu Kementerian Kesehatan dan Menteri Perdagangan Singapura.

Hubungan komunikasi yang terjalin dengan Sulsel menjadi referensi dalam keterbukaan komunikasi dengan Indonesia, selain hubungan komunikasi yang telah terjalin selama ini dengan Jakarta. Menlu juga akan menjaga rute penerbangan langsung Makassar- Singapura. “Saya melihat dan menangkap keinginan yang serius dari Pemerintah Singapura,” tutur Syahrul seusai pertemuan tertutup dengan Menlu Singapura.

Syahrul mengatakan, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura siap mengutus stafnya menindaklanjuti semua yang dijajaki pemerintah Sulsel.Atas dasar itulah, Gubernur menilai kunjungannya ke Singapura bersama rombongan tidak lain ingin menjaga persahabatan dengan memberi keberuntungan kepada Indonesia,khususnya Sulsel.

Pengiriman Tenaga Kesehatan

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjajaki rencana pengiriman tenaga kesehatan Sulsel untuk magang di Singapura, utamanya tenaga dokter dan perawat. “Kami berharap rencana yang sudah dijajaki tahun lalu untuk mengirim tenaga kesehatan dari Sulsel, untuk magang di Singapura bisa terlaksana. Kedatangan kami untuk membicarakan secara teknis,”katanya. Dalam pertemuan dengan Director of Industry Development and International Cooperation Division, Kementerian Kesehatan Singapura, Christoper Koh, Gubernur mengungkapkan rasa salutnya terhadap rumah sakit yang ada di Singapura.

Singapura memiliki fasilitas yang sangat bagus yang ditunjang dengan sejumlah paramedis dengan pelayanan yang bagus. Menurutnya, ba-nyak hal yang perlu ditangkap dari pelayanan dan fasilitas kesehatan yang dimiliki Singapura. Singapura dinilai memiliki tenaga medis yang sangat profesional yang membuat Syahrul salut dan berkeinginan mengirim tenaga medis asal Sulsel untuk magang di Singapura. “Harapan saya, bagaimana agar perawat dan dokter Sulsel bisa masuk ke Singapura.Kami coba satu tahun.Kalau Singapura menganggap tenaga kami bagus, pemerintahnya pasti akan meminta tambahan,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rahmat Latif menambahkan, dari hasil pertemuan dengan Kementerian Kesehatan Singapura, telah disepakati pengiriman 100 tenaga medis, yakni 25 dokter dan 75 perawat.Namun,Pemprov juga harus menyeleksi tenaga kesehatan yang akan dikirim. “Tenaga yang dikirim harus bisa bekerja di unit lain sehingga jika mereka kembali ke Makassar,bisa menerapkan ilmu yang baik di bidangnya masing-masing,”katanya.


Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar