MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan 1.000
sertifikat kepada guru mengaji di Sulsel. Ke depan, Pemprov Sulsel
menargetkan setiap desa memiliki guru mengaji yang bersertifikasi.
Sertifikat guru mengaji
diserahkan secara simbolis kepada 10 orang guru mengaji oleh Syahrul di
Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, dalam acara Sulsel Berzikir memasuki
Bulan Suci Ramadan1432 H, Sabtu (23/7).
Dalam acara zikir yang
dipandu Ustaz Arifin Ilham itu, Syahrul juga menyerahkan secara simbolis
sertifikat bebas buta aksara Alquran kepada 10.000 orang.Usai zikir
yang diikuti ribuan warga itu,dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah MUI
Sulsel. “Jangan takut menjadi ulama dan guru mengaji di bawah
kepemimpinan Syahrul. Asuransi kesehatan menjadi jaminan Pemrov,”kata
Syahrul.
Kerja Sama BKPRMI
Ketua DPD Badan Koordinasi
Pemuda-Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Makassar Mudzakkir Ali Djamil
mengatakan, program sertifikasi guru mengaji se-Sulsel yang dilakukan
oleh Pemprov Sulsel dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas guru
mengaji. Juga menjadi landasan agar guru mengaji dapat memperoleh
insentif atau tunjangan mengajar yang dialokasikan dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat kabupaten/kota.
“Masalah
sertifikasi menjadi agenda pembicaraan dalam rapat koordinasi BKPRMI
se- Sulsel di UIN Alauddin. Sertifikasi ini penting dijelaskan kepada
guru-guru mengaji, karena proses verifikasi berkas tengah berlangsung di
DPW BKPRMI Sulsel.” ”Langkah sertifikasi guru mengaji merupakan kerja
sama Pemprov dan BKPRMI,” tuturnya kepada SINDOdi Makassar, kemarin.
Mudzakkir yang juga anggota DPRD Makassar itu menyatakan, dalam rapat
koordinasi juga dibicarakan soal program pengelolaan pendidikan baca
tulis Alquran di Sulsel yang efektif dan menarik.
Forum tersebut
mendorong juga penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis
Alquran diseluruh kabupaten/ kota. Selain itu,forum BKPRMI se- Sulsel
tersebut membicarakan insentif ideal bagi guru mengaji sesuai APBD.
Menurut Mudzakkir, alokasi anggaran insentif di kabupaten/kota tidak
seragam dan cenderung tidak memenuhi unsur keadilan jika dibandingkan
antardaerah di Sulsel. Dia menyebutkan,untuk Kabupaten Bone misalnya,
Pemkab mengalokasikan anggaran untuk 3.000 orang guru mengaji dengan
anggaran sekitar Rp900 juta.
“Di Makassar dari sekitar 2.000
orang guru mengaji yang dapat menikmati insentif hanya sekitar 600
orang. Dengan anggaran yang juga jauh di bawah jika dibandingkan
Bone,yakni hanya Rp360 juta.Pada dasarnya yang dituntut bukan soal
peningkatan nilai insentif dari Rp600.000pertahunyangadasekarang. Tapi
kami berharap agar 2.000 guru mengaji ini juga dapat menikmati insentif
tersebut. Jadi perlu ada peningkatan anggaran,” pungkasnya.
Sementara
itu,Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Makassar Yusuf Gunco mengatakan,
saat ini penyelesaian Raperda Baca Tulis Alquran menjadi salah satu
prioritas Baleg untuk segera diselesaikan oleh Dewan. Saat ini tim
inisiator raperda tersebut telah ada dan seluruh fraksi di DPRD Makassar
mendukung lahirnya Raperda Baca Tulis Alquran tersebut. abd salam
malik/ yakin achmad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar