MAKASSAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel akan membangun industri penyamakan kulit di wilayah Antang.
Alasannya, Antang dekat dengan
rumah potong hewan (RPH) sehingga akan mudah mendapatkan bahan baku.
Kabid Perindustrian Disperindag Sulsel Ahmad mengatakan, pemerintah
pusat ingin mendorong agar industri pengolahan kulit bisa berkembang di
Sulsel. Hal tersebut dilihat banyaknya kerbau yang dipotong pada pesta
di Toraja dan juga akan menghasilkan banyak kulit. Selain itu, lanjut
Ahmad, dengan pendirian pabrik tersebut akan membuka lapangan kerja.
Namun
rencana tersebut terkendala dengan sumber daya manusia (SDM) dan
penerapan teknologi.“Negara- negara yang maju industrinya sangat
memperhatikan SDM,manajemen,teknologi, serta pemasaran,” katanya.
Menurutnya, industri penyamakan kulit di Antang ini akan dibangun tahun
ini. Pabrik ini merupakan sharing pemerintah pusat dengan daerah.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah beberapa kali meminta
Disperindag untuk segera merealisasikan pembangunan pabrik tersebut.
Bahkan
Kemenperin menginstruksikan agar pabrik tersebut bisa berdiri tahun
ini. Namun, Disperindag Sulsel tetap akan melaksanakan instruksi
tersebut namun akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya industri
penyamakan kulit termasuk dalam industri tidak ramah lingkungan.
Sehingga harus diatur supaya lingkungan tidak tercemar dengan keberadaan
pabrik ini. andi amriani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar