Total Tayangan Halaman

Senin, 25 Juli 2011

1.000 Guru Mengaji Dapat Sertifikat

Monday, 25 July 2011
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan 1.000 sertifikat kepada guru mengaji di Sulsel. Ke depan, Pemprov Sulsel menargetkan setiap desa memiliki guru mengaji yang bersertifikasi.


Sertifikat guru mengaji diserahkan secara simbolis kepada 10 orang guru mengaji oleh Syahrul di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, dalam acara Sulsel Berzikir memasuki Bulan Suci Ramadan1432 H, Sabtu (23/7).

Dalam acara zikir yang dipandu Ustaz Arifin Ilham itu, Syahrul juga menyerahkan secara simbolis sertifikat bebas buta aksara Alquran kepada 10.000 orang.Usai zikir yang diikuti ribuan warga itu,dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah MUI Sulsel. “Jangan takut menjadi ulama dan guru mengaji di bawah kepemimpinan Syahrul. Asuransi kesehatan menjadi jaminan Pemrov,”kata Syahrul.

Kerja Sama BKPRMI

Ketua DPD Badan Koordinasi Pemuda-Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Makassar Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, program sertifikasi guru mengaji se-Sulsel yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas guru mengaji. Juga menjadi landasan agar guru mengaji dapat memperoleh insentif atau tunjangan mengajar yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat kabupaten/kota.

“Masalah sertifikasi menjadi agenda pembicaraan dalam rapat koordinasi BKPRMI se- Sulsel di UIN Alauddin. Sertifikasi ini penting dijelaskan kepada guru-guru mengaji, karena proses verifikasi berkas tengah berlangsung di DPW BKPRMI Sulsel.” ”Langkah sertifikasi guru mengaji merupakan kerja sama Pemprov dan BKPRMI,” tuturnya kepada SINDOdi Makassar, kemarin. Mudzakkir yang juga anggota DPRD Makassar itu menyatakan, dalam rapat koordinasi juga dibicarakan soal program pengelolaan pendidikan baca tulis Alquran di Sulsel yang efektif dan menarik.

Forum tersebut mendorong juga penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Alquran diseluruh kabupaten/ kota. Selain itu,forum BKPRMI se- Sulsel tersebut membicarakan insentif ideal bagi guru mengaji sesuai APBD. Menurut Mudzakkir, alokasi anggaran insentif di kabupaten/kota tidak seragam dan cenderung tidak memenuhi unsur keadilan jika dibandingkan antardaerah di Sulsel. Dia menyebutkan,untuk Kabupaten Bone misalnya, Pemkab mengalokasikan anggaran untuk 3.000 orang guru mengaji dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

“Di Makassar dari sekitar 2.000 orang guru mengaji yang dapat menikmati insentif hanya sekitar 600 orang. Dengan anggaran yang juga jauh di bawah jika dibandingkan Bone,yakni hanya Rp360 juta.Pada dasarnya yang dituntut bukan soal peningkatan nilai insentif dari Rp600.000pertahunyangadasekarang. Tapi kami berharap agar 2.000 guru mengaji ini juga dapat menikmati insentif tersebut. Jadi perlu ada peningkatan anggaran,” pungkasnya.

Sementara itu,Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Makassar Yusuf Gunco mengatakan, saat ini penyelesaian Raperda Baca Tulis Alquran menjadi salah satu prioritas Baleg untuk segera diselesaikan oleh Dewan. Saat ini tim inisiator raperda tersebut telah ada dan seluruh fraksi di DPRD Makassar mendukung lahirnya Raperda Baca Tulis Alquran tersebut. abd salam malik/ yakin achmad.
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar