| Monday, 25 July 2011 | |
| MAKASSAR – Jamaah calon haji Sulsel mulai diberangkatkan ke Tanah Suci 1
Oktober 2011 mendatang.Tahun ini, total calhaj yang berhak melunasi
Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) berjumlah 7.156 orang dari 23
kabupaten/kota di Sulsel, minus Toraja Utara (Torut).
Seluruh calhaj dibagi dalam 19 kelompok terbang (kloter) melalui embarkasi Makassar. “Kloter pertama akan masuk Asrama Haji Sudiang 1 Oktober, dan keesokan harinya langsung diterbangkan ke Bandara King Abdul Aziz,Jeddah,” ungkap Kabid Penyelenggara Haji, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel Andi Syahrulyali di Makassar kemarin. Syahrulyali yang ditemui di sela-sela rapat kerja jajaran Kemenag Sulsel di Hotel Singgasana Makassar mengatakan, calhaj asal Sulsel nantinya akan menggunakan pesawat yang lebih besar dan bisa menampung 380 dalam sekali penerbangan. Menurut dia, sekarang ini pihaknya juga telah melakukan pembenahan pada seluruh fasilitas dan prasarana Asrama Haji Sudiang, untuk memudahkan seluruh calhaj yang akan melalui embarkasi Makassar. “Pada tahun ini kita telah menerima ISO 9001/2008 dari sektor pelayanan jamaah haji. Ini diterbitkan pada 30 Juni 2011 lalu. Meski demikian, pelayanan dari tahun ke tahun akan terus kita tingkatkan,” katanya. Pria berkacamata ini mengatakan, jumlah total daftar tunggu haji di Sulsel sudah mencapai 89.291 orang. Namun, kuota haji yang berangkat setiap tahunnya hanya 7.221. Jumlah daftar tunggu pun semakin menumpuk sehingga diperkirakan harus antre sampai 12 tahun. Untuk mengurangi penumpukan jamaah daftar tunggu, pemerintah pusat melalui Kemenag diharapkan bisa menambah kuota Sulsel dari tahun ke tahun. Penambahan kuota haji Sulsel memang terus diupayakan. Menurut Syahrulyali, pihaknya sudah meminta Pemerintah Arab Saudi agar memberikan tambahan kuota jamaah haji kepada pemerintah Indonesia pada setiap tahunnya. Bagi jamaah yang akan berangkat tahun ini, terus diberikan bekal berupa manasik haji yang harus dipelajari sebelum bertolak ke Mekkah. Selain mendapat bimbingan dari pihak Kemenag Kanwil Sulsel, para calhaj juga diminta mematangkan manasiknya dengan belajar atau bertanya kepada para pembimbing haji. Hal itu diperlukan sebagai upaya penyempurnaan ibadah haji bagi setiap jamaah saat berada di Tanah Haram nantinya. Kasubag Humas dan KUB Kanwil Kementerian Agama Sulsel M Tonang mengatakan, manasik haji kepada calhaj di Sulsel terus berjalan hingga saat ini. Beberapa kabupaten/- kota di daerah terus menggencarkan pemantapan manasik haji hingga pemberangkatan Oktober mendatang. Hingga saat ini, kata Tonang, sebagian besar paspor calhaj asal Sulsel telah rampung dan telah dikumpulkan di Kantor Kementerian Agama Sulsel. Selanjutnya akan dikirim ke Kantor Perwakilan Kerajaan Arab Saudi di Jakarta untuk pembuatan visa. Sedangkan untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji pada tahun ini belum bisa dimulai, lantaran masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres) tentang biaya embarkasi Makassar sebesar USD3.795 atau Rp33 juta. Terpisah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, turunnya ongkos naik haji pada tahun ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Sulsel. Dia berharap agar penurunan tersebut tidak memengaruhi pelayanan haji selama di Mekkah dan Madinah.“Lebih turun harganya, lebih bagus. Ini sangat menggembirakan. Tetapi, pelayanan di sana jauh lebih penting,jangan sampai amburadul,” katanya usai membuka rapat kerja jajaran Kemenag Sulsel kemarin. wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
|
Total Tayangan Halaman
Senin, 25 Juli 2011
Calhaj Sulsel Mulai Diberangkatkan 1 Oktober
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar