MAKASSAR, BKM -- Direktur Jendera
l Perhubungan Darat Kementerian
Perhubungan (Kemenhub) RI Suroyo Alimoeso, mengatakan, pemerintah pusat
memberi peluang dirintisnya jalur transportasi kereta api yang akan
menghubungkan Makassar-Parepare, pada 2012. Dirjen meminta agar
secepatnya tim Pemerintah Provinsi Sulsel membuat rumusan teknis untuk
diajukan sebagai bahan pertimbangan.
"Bappeda, PU dan Dishub harus membuat rumusan agar kita bisa
mengkajinya bersama-sama. Dari situ akan dipikirkan bagaimana alokasi
anggaran untuk itu nanti," ujar Suroyo seusai pencanangan Dekade Aksi
Keselamatan Jalan 2011-2020 Sulsel, di rumah jabatan Gubernur Sulsel,
Senin (18/7).
Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 dihadiri
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus
Arifin Nu'mang, Ketua DPRD HM Roem, para muspida provinsi, kepala daerah
se-Sulsel, akademisi dan tokoh-tokoh media.
Suroyo mengatakan, Sulsel adalah pintu gerbang perekonomian dan
berbagai sektor di Kawasan Timur Indonesia. Secara infrastruktur,
Makassar-Parepare terbilang layak untuk kereta api.
Hanya saja, ada kajian teknis kata dia, yang perlu dirumuskan
bersama-sama sebelum proyek ini digulirkan. Diantaranya, pembebasan
jalan yang menjadi wewenang dari pemerintah daerah setempat.
Keterbatasan aggaran menurut Suroyo, menjadi kendala hampir semua
pemerintah daerah di Tanah Air, dalam merintis jalur-jalur tranportasi
modern.
Begitu juga kereta api Makassar, akan menjadi persoalan jika
pemerintah daerah tidak siap. "Karena itu koordinasi dengan daerah
sangat penting. Kalau secara finansial sudah ada untuk pembebasan lahan,
ya saya pikir proyek bisa jalan," katanya.
Namun begitu, Suroyo merasa optimistis, jalur kereta api Makassar-Parepare bisa direalisasikan secepatnya.
"Ini tuntutan perekonomian di Sulsel. Saya kira tergantung Pak
Gubernur. Kalau benar ini sebuah tuntutan, ya secepatnya tim ke Jakarta.
Saya tunggu, dan segala kebutuhan teknis akan saya jembatani," papar
Suroyo.
Menurutnya, jika perintisan jalur dimulai pada 2012, kemungkinan akan terealisasi sebelum 2014.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, jika tak ada
kendala-kendala teknis, perintisan itu bisa dimulai pada 2012. Hanya
saja diakuinya, persoalan teknis seperti pembebasan lahan masih dalam
kajian, karena beban finansial akan menjadi tanggung jawab pemerintah
daerah.
Menurutnya, masih harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah
mengenai jalur yang dilalui, agar nantinya tidak menjadi hambatan saat
pembangunan fisik dimulai.
"Kita ingin semua berjalan lancar. Kalau secara teknis semua sudah
dianggap baik, ya saya pikir target 2012 untuk masa perintisan, cukup
realistis," papar Syahrul.
Syahrul menambahkan, jalur kereta api yang akan dirintis di Makassar
bisa dimulai dari pusat kota ke Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah itu
membuka jalur penghubungan Mamminasata (Maros, Sungguminasa, dan
Takalar). "Kalau jalur ini dibuka, saya pikir untuk wilayah yang lebih
jauh akan lebih mudah," katanya.
Rencana pembukaan jalur kereta api Makassar-Parepare dan kawasan
Mamminasata disambut baik Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.
Menurut Ilham, jalur kereta api Makassar-Parepare sudah menjadi
kebutuhan masyarakat Sulsel.
Hanya saja, pemerintah daerah masih berkutak pada persoalan
pembebasan lahan serta kelayakan jalur-jalur infrastruktur di
sekitarnya. "Kita sedang menyelesaikan banyak jalur kendaraan di
Makassar. Urip sedang kita perlebar, Perintis sedang kita benahi. Kalau
itu rampung, ya jalur kereta bisa menyusul," kata Ilham.
Sekarang ini jalur lingkar yang memotong kawasan Perintis
Kemerdekaan ke Jl Syekh Yusuf, harus terhenti karena minimnya anggaran.
Pemerintah kota tidak memiliki anggaran pembebasan yang cukup.
Karenanya, untuk kelanjutan proyek ini masih harus menunggu alokasi
anggaran pada tahun 2012. Dikhawatirkan jika jalur kereta juga
dipaksakan, kondisinya akan sama dengan jalur lingkar, terhenti sebelum
pembangunan fisik dimulai.
"Sampai tahun depan, kita akan fokus dulu pada pelebaran jalur Urip.
Tidak artinya kereta api kalau Urip belum diperlebar seluruhnya,"
katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar