Total Tayangan Halaman

Selasa, 19 Juli 2011

2012 Jalur KA Makassar-Parepare Dirintis

MAKASSAR, BKM -- Direktur Jendera
l Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Suroyo Alimoeso, mengatakan, pemerintah pusat memberi peluang dirintisnya jalur transportasi kereta api yang akan menghubungkan Makassar-Parepare, pada 2012. Dirjen meminta agar secepatnya tim Pemerintah Provinsi Sulsel membuat rumusan teknis untuk diajukan sebagai bahan pertimbangan.
"Bappeda, PU dan Dishub harus membuat rumusan agar kita bisa mengkajinya bersama-sama. Dari situ akan dipikirkan bagaimana alokasi anggaran untuk itu nanti," ujar Suroyo seusai pencanangan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 Sulsel, di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Senin (18/7).
Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD HM Roem, para muspida provinsi, kepala daerah se-Sulsel, akademisi dan tokoh-tokoh media.
Suroyo mengatakan, Sulsel adalah pintu gerbang perekonomian dan berbagai sektor di Kawasan Timur Indonesia. Secara infrastruktur, Makassar-Parepare terbilang layak untuk kereta api.
Hanya saja, ada kajian teknis kata dia, yang perlu dirumuskan bersama-sama sebelum proyek ini digulirkan. Diantaranya, pembebasan jalan yang menjadi wewenang dari pemerintah daerah setempat. Keterbatasan aggaran menurut Suroyo, menjadi kendala hampir semua pemerintah daerah di Tanah Air, dalam merintis jalur-jalur tranportasi modern.
Begitu juga kereta api Makassar, akan menjadi persoalan jika pemerintah daerah tidak siap. "Karena itu koordinasi dengan daerah sangat penting. Kalau secara finansial sudah ada untuk pembebasan lahan, ya saya pikir proyek bisa jalan," katanya.
Namun begitu, Suroyo merasa optimistis, jalur kereta api Makassar-Parepare bisa direalisasikan secepatnya.
"Ini tuntutan perekonomian di Sulsel. Saya kira tergantung Pak Gubernur. Kalau benar ini sebuah tuntutan, ya secepatnya tim ke Jakarta. Saya tunggu, dan segala kebutuhan teknis akan saya jembatani," papar Suroyo.
Menurutnya, jika perintisan jalur dimulai pada 2012, kemungkinan akan terealisasi sebelum 2014.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, jika tak ada kendala-kendala teknis, perintisan itu bisa dimulai pada 2012. Hanya saja diakuinya, persoalan teknis seperti pembebasan lahan masih dalam kajian, karena beban finansial akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Menurutnya, masih harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai jalur yang dilalui, agar nantinya tidak menjadi hambatan saat pembangunan fisik dimulai.
"Kita ingin semua berjalan lancar. Kalau secara teknis semua sudah dianggap baik, ya saya pikir target 2012 untuk masa perintisan, cukup realistis," papar Syahrul.
Syahrul menambahkan, jalur kereta api yang akan dirintis di Makassar bisa dimulai dari pusat kota ke Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah itu membuka jalur penghubungan Mamminasata (Maros, Sungguminasa, dan Takalar). "Kalau jalur ini dibuka, saya pikir untuk wilayah yang lebih jauh akan lebih mudah," katanya.
Rencana pembukaan jalur kereta api Makassar-Parepare dan kawasan Mamminasata disambut baik Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Menurut Ilham, jalur kereta api Makassar-Parepare sudah menjadi kebutuhan masyarakat Sulsel.
Hanya saja, pemerintah daerah masih berkutak pada persoalan pembebasan lahan serta kelayakan jalur-jalur infrastruktur di sekitarnya. "Kita sedang menyelesaikan banyak jalur kendaraan di Makassar. Urip sedang kita perlebar, Perintis sedang kita benahi. Kalau itu rampung, ya jalur kereta bisa menyusul," kata Ilham.
Sekarang ini jalur lingkar yang memotong kawasan Perintis Kemerdekaan ke Jl Syekh Yusuf, harus terhenti karena minimnya anggaran. Pemerintah kota tidak memiliki anggaran pembebasan yang cukup.
Karenanya, untuk kelanjutan proyek ini masih harus menunggu alokasi anggaran pada tahun 2012. Dikhawatirkan jika jalur kereta juga dipaksakan, kondisinya akan sama dengan jalur lingkar, terhenti sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Sampai tahun depan, kita akan fokus dulu pada pelebaran jalur Urip. Tidak artinya kereta api kalau Urip belum diperlebar seluruhnya," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar