Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalami kesulitan dalam mengembangkan
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya untuk kaum perempuan. Padahal
dari 752.000 UMKM yang ada, sebanyak 60 persen dikelolah oleh wanita. Hal ini
dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, pada pembukaan
Workshop for Women on Manajemen of Small and Medium Food Processing
Enterprises, Senin 18 Juli 2011 di Hotel Imperial Aryaduta Makassar. Acara ini berlangsung
selama 6 hari mulai 18 Juli hingga 23 Juli 2011 yang diikuti oleh 11 negara.
Menurut
Syahrul, adapun kendala yang dihadapi UKM yang didirikan perempuan antara lain
keahlian, infrastruktur, permodalan dan kebijakan ketenagakerjaan juga belum
optimal untuk mengakomodasi kepentingan usaha kecil. Dukungan permodalan dan
manajemen usaha harus terus diupayakan dalam mendongkrak pelaku usaha kaum
perempuan. Selain bisa meningkatkan perekonomian keluarga UKM juga dapat
meningkatkan gizi dan pendidikan anak serta kesehatan keluarga.
Sementara itu,
Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Kementerian
Pertanian RI, Zaenal Bachruddin mengatakan, perempuan komponen utama tenaga
kerja pertanian, namun perempuan masih tertinggal dalam pemanfaatan pengelolaan
produksi tanaman dan mesin pengolahan. Perempuan juga tidak mendapatkan
pengakuan yang selayaknya sebagai produsen aktif sektor pertanian.
Biah/Tina (Selasa, 19 Juli 2011)
Sumber : http://www.sulsel.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar