Rabu, 19 Januari 2011 00:27
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, akan
menggenjot program City Gas, yakni penyaluran gas melalui pipa untuk
konsumsi rumah tangga dan industri sebagai pengganti bahan bakar minyak
(BBM) pada 2011 ini.
Gas bumi yang dihasilkan di Patila dan Gilireng,Kabupaten Wajo, bakal dialirkan ke beberapa kabupaten/ kota di Sulsel dengan prioritas utama Kota Sengkang sebelum dialirkan ke kabupaten/kota lainnya, seperti Makassar,dengan pembangunan jaringan pipa penyalur. “Lebih cepat ini lebih baik. Yang penting kalau ini layak, proyek bisa selesai 2011 sehingga pada 2012, gas ini bisa mengalir ke rakyat. Gas ini juga akan menghidupkan industri di daerah ini,” ungkap dia kepada SINDOkemarin. Gubernur menyatakan, kekayaan alam yang dimiliki Sulsel sekarang ini sangatlah besar sehingga harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dan bukan hanya segelintir kelompok ataupun orang-orang tertentu.
Salah satunya dengan mewujudkan city gas di Sulsel agar sumber daya alam yang dihasilkan dapat dinikmati masyarakat. Hal ini dikatakan Syahrul saat menerima pimpinan PT Bayu Buana Gemilang yang siap berinvestasi dalam pembangunan proyek pipa gas dari Sengkang hingga ke Kota Makassar di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Dirut PT Bayu Buana Gemilang Ken Narotama mengatakan,proyek ini akan memilih dua opsi penyaluran, yakni melalui jalur RoW Bina Marga Sulsel dari Sengkang-Makassar yang berjarak 225 kilometer, atau melalui RoW Transmisi jaringan PLN sepanjang 197 kilometer. “Melalui RoW PLN bisa lebih murah karena jaraknya lebih dekat dengan nilai investasi USD123 juta,sedangkan melalui RoW Bina Marga sekitar USD140 juta,” kata Ken kepada Gubernur kemarin.
Jika proyek kerja sama tersebut tercapai dengan Pemprov Sulsel, Ken mengaku juga akan memanfaatkan sumber gas tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi industri dan rumah tangga, melainkan untuk bahan bakar kendaraan dengan pendirian stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo menjelaskan, selama ini proyek City Gas sudah diminati sejumlah perusahaan di daerah ini,bahkan dari nasional. “Kalausudahadaalokasigasdari BP Migas,besok pun proyek ini akan bisa jalan.
Namun,sampai sekarang kami masih menunggu dan berharap bisa diberikan alokasi sebanyak 40 MMSCFD dari gas di Sengkang,” papar dia kepada wartawan. Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Wajo,hanya dibutuhkan pasokan gas 1 MMSCFD per hari. Sementara, untukebutuhan Sulsel, kuota yang dibutuhkan 40 MMSCFD. (SI-wahyudi)
Gas bumi yang dihasilkan di Patila dan Gilireng,Kabupaten Wajo, bakal dialirkan ke beberapa kabupaten/ kota di Sulsel dengan prioritas utama Kota Sengkang sebelum dialirkan ke kabupaten/kota lainnya, seperti Makassar,dengan pembangunan jaringan pipa penyalur. “Lebih cepat ini lebih baik. Yang penting kalau ini layak, proyek bisa selesai 2011 sehingga pada 2012, gas ini bisa mengalir ke rakyat. Gas ini juga akan menghidupkan industri di daerah ini,” ungkap dia kepada SINDOkemarin. Gubernur menyatakan, kekayaan alam yang dimiliki Sulsel sekarang ini sangatlah besar sehingga harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dan bukan hanya segelintir kelompok ataupun orang-orang tertentu.
Salah satunya dengan mewujudkan city gas di Sulsel agar sumber daya alam yang dihasilkan dapat dinikmati masyarakat. Hal ini dikatakan Syahrul saat menerima pimpinan PT Bayu Buana Gemilang yang siap berinvestasi dalam pembangunan proyek pipa gas dari Sengkang hingga ke Kota Makassar di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Dirut PT Bayu Buana Gemilang Ken Narotama mengatakan,proyek ini akan memilih dua opsi penyaluran, yakni melalui jalur RoW Bina Marga Sulsel dari Sengkang-Makassar yang berjarak 225 kilometer, atau melalui RoW Transmisi jaringan PLN sepanjang 197 kilometer. “Melalui RoW PLN bisa lebih murah karena jaraknya lebih dekat dengan nilai investasi USD123 juta,sedangkan melalui RoW Bina Marga sekitar USD140 juta,” kata Ken kepada Gubernur kemarin.
Jika proyek kerja sama tersebut tercapai dengan Pemprov Sulsel, Ken mengaku juga akan memanfaatkan sumber gas tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi industri dan rumah tangga, melainkan untuk bahan bakar kendaraan dengan pendirian stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo menjelaskan, selama ini proyek City Gas sudah diminati sejumlah perusahaan di daerah ini,bahkan dari nasional. “Kalausudahadaalokasigasdari BP Migas,besok pun proyek ini akan bisa jalan.
Namun,sampai sekarang kami masih menunggu dan berharap bisa diberikan alokasi sebanyak 40 MMSCFD dari gas di Sengkang,” papar dia kepada wartawan. Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Wajo,hanya dibutuhkan pasokan gas 1 MMSCFD per hari. Sementara, untukebutuhan Sulsel, kuota yang dibutuhkan 40 MMSCFD. (SI-wahyudi)
Sumber : http://www.makassarterkini.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar