Kendati
harga sembako mulai bergolak, Pemprov. Sulawesi Selatan menjamin ketersediaan
jelang Ramadhan hingga Idul Fitri tetap aman. Asisten III Pemprov Sulsel, Amal
Natsir, mengatakan, pergolakan harga saat ini disebabkan faktor cuaca, utamanya
barang yang dikirim melalui laut dan udara. stok beras Sulawesi Selatan masih cukup hingga
18 bulan ke depan. Alasannya, selama puasa
hingga lebaran, seluruh daerah memasuki
masa panen sementara itu stok gula pasir masih tersedia sekitar 38.000
ton dan masih mencukupi tiga bulan
lebih.
Guna mengamankan distribusi barang
di seluruh daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi ke Bupati/Walikota agar
memaksimalkan pengawasan tujuannya,
mengantisipasi peninbunan sembako yang dilakukan di tingkat penjual dengan
memanfaatkan momen Ramadhan. Tolerangsi harga yang dibolehkan kenaikannya
kisaran 5% sampai 25%. Jika melebihi
batas toleransi tersebut Pemprov. Sulawesi Selatan akan menggelar operasi pasar
Tim Koordinasi Pengawasan Harga Sembako sudah dibentuk. Mereka akan mengawasi
harga-harga dipasar kalau ditemukan penjual mematok harga sembako di atas
kewajaran dan menimbun, akan dikenakan sangsi tegas.
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul
Yasin Limpo, mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini, kontrol Pemerintah
Provinsi terhadap harga sembako jelang hari raya keagamaan sudah maksimal, buktinya,
Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang paling survive
menyiapkan stok sembako bagi warga. Sudah menjadi prosedur tetap (protap) setiap jelang Ramadhan
dilakukan pengawasan, mengantisipasi kelonjakan harga. Pengendalian dan
pengawasan rutin terhadap harga sembako di pasaran senantiasa di lakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bahkan setiap hari ada laporan harga sembako
disampaikan kepada Pemprov. kalau
terjadi kenaikan langsung diantisipasi.
Ani/Tini ( Rabu 6 Juli 2011)
Sumber : http://www.sulsel.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar