Sabtu, 09 Juli 2011 | 20:53:36 WITA | 49 HITS
PENINJAUAN. Syahrul Yasin Limpo melihat dari dekat proses pembangunan Gedung Kesenian Societieit de Harmonie, Jumat 8 Juli.
MAKASSAR, FAJAR
-- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kecewa melihat proses renovasi
Gedung Kesenian Societieit de Harmonie. Kekecewaan itu terpancar di
wajah Syahrul saat meninjau gedung peninggalan Belanda tersebut, Jumat 8
Juli.
Syahrul didampingi pejabat pemprov antara lain; Asisten I Tata
Praja Andi Herry Iskandar, Kepala Bappeda Tan Malaka Guntur, Kepala
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Syarif Burhanuddin, Kepala Biro Humas
dan Protokel Agus Sumantri.
Sudah tiga tahun anggaran untuk gedung warisan budaya Sulsel ini
dikucurkan, namun belum pembangunannya belum juga tuntas. Pantas jika
Syahrul kemudian merasa kecewa.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Syarif Burhanuddin mengaku
memang ada yang salah dalam perencanaan gedung yang diperkirakan menelan
dana Rp6,2 miliar tersebut. Salah satu yang keliru adalah perencanaan
renovasi. Mestinya gedung hanya dipugar, namun entah mengapa dibongkar
total. Akhirnya menjadi berlarut-larut karena butuh pendanaan besar.
Syahrul pun memberi batas waktu kepada dinas terkait dan
kontraktor pelaksana agar fokus menyelesaikan gedung pertunjukan ini.
“Tahun ini targetkan selesai dulu gedung pertunjukan bagian dalam. Tak
usaha dulu pikir bagian luar. Asalkan ada akivitas buat para seniman.
Masa sudah tiga tahun tidak beres-beres,” kata Syahrul.
Syahrul juga meminta semua pihak kembali satu meja membicarakan percepatan pembangunan gedung kesenian tersebut.
Saat berkunjung kemarin, aktivitas pekerjaan memang sedang
berjalan, namun Syahrul sempat menyindir kontraktor CV Abadi Raya Mitra
Persada yang menjadi penanggung jawab renovasi karena dia melihat
proses pengerjaannya lambat. Hari itu kebetulan tukang yang bekerja
hanya ada enam orang. “Bagaimana mau cepat selesai kalau kerjanya manual
banget,” celutuk Syahrul.
Selain merenovasi gedung, Syahrul juga meminta memasang pagar di
bagian depan. Itu untuk menjaga gedung tetap aman dari kegiatan lain
selain kesenian.
Di depan gubernur, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Syarif
Burhanuddin mengatakan untuk mempercepat penyelesaian, pihaknya meminta
tambahan anggaran melalui APBD-Perubahan tahun 2011 yang akan segera
digodok.
Selama tiga tahun, kata dia, dana dari APBD Sulsel mencapai Rp2
miliar, padahal dibutuhkan Rp6,2 miliar. APBD 2010, anggaran gedung ini
hanya Rp600 juta. (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar