Selasa,
Juli
05,
2011
PANGKEP– Pemprov Sulsel akhirnya menciptakan dua rekor dunia baru untuk
penanaman pohon dan transplantasi terumbu karang, kemarin.
Penanaman pohon dilakukan pada 1.133 desa dan 180 kecamatan di 24 kabupaten/ kota serta 22.220 terumbu karang pada 101 pulau secara serentak, kemarin. Sementara, untuk pemecahan rekor, Sulsel mencatatkan rekor baru pada penebaran 2,07 juta bibit ikan.Jumlah ikan yang ditebar tersebut,memecahkan rekor yang sebelumnya dicatat di Palembang yakni hanya satu juta ekor.
Penciptaan rekor dunia dan pemecahan rekor MURI tersebut dilakukan secara simbolis di lokasi tambang galian C milik PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep. Turut hadir pemecahan rekor tersebut yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, Ketua DPRD Sulsel Muh Roem,dan Sekprov Sulsel A Muallim.
Senior Manager Yayasan Museum Rekor Indonesia (MURI) Paulus Pangka mengatakan rekor tersebut tidak hanya di Indonesia, namun juga menciptakan dua rekor dunia. Untuk pertama kalinya, rekor diciptakan di darat dan laut.”Ini bukan hanya yang pertama di Indonesia, namun juga dunia. Tiga tempat sekaligus dilakukan penciptaan rekor dan semuanya terpecahkan,”ujarnya. Menurut dia, pemecahan rekor tersebut disahkan setelah pihak MURI melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang dilakukan.
Khusus untuk transplantasi terumbu karang, dipantau dari pulau terluar Kabupaten Pangkep hingga perbatasan NTB. Sementara, untuk penanaman pohon secara serentak mencapai 1.130 desa.Paulus mengatakan,hal tersebut adalah yang pertama kali di dunia. Untuk penilaian rekor, pemantauan dilakukan MURI sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Ketiga rekor tersebut disahkan oleh MURI didepan notaris dan Museum Rekor Dunia dengan nomor urut rekor 4.193,4.194,dan 4.195.
”Penghargaan MURI akan diserahkan besok (hari ini) kepada Gubernur Sulsel dihadapan Presiden Susilo BambangYudhoyono,”tambahnya. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program penanaman pohon tersebut adalah bagian dari program satu miliar pohon. Diharapkan, dengan penanaman pohon tersebut, dampak global warming yang cukup membahayakan, bisa ditekan serendah mungkin.
Menurut dia, dalam penanganan pemanasan global, Indonesia termasuk terlambat.Hal ini menjadi persoalan sebab dampaknya mulai terasa yakni kemarau yang cukup panjang. Akibat lainnya, bermunculan berbagai penyakit baru. ”Tahun depan, Sulsel harus bisa memecahkan rekor dunia baru, ini harus menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk berbuat yang terbaik untuk alam,”tambahnya.
Menteri Pertanian Suswono yang turut hadir mengatakan, 2020 nanti, Indonesia bertekad untuk menurunkan emisi dengan biaya sendiri.Sulsel,katanya,bisa menjadi contoh untuk tahap pertama dengan adanya program Go Green. ”Sektor pertanian tidak bisa lepas dari penghijauan karena terkait ketersediaan air secara berkesinambungan,”tambahnya.
Sementara itu,penanaman dua juta pohon ini mendapat apresiasi dari sejumlah SKPD. Badan Diklat Sulsel misalnya yang menyiapkan 1.500 bibit jati putih dan trembesi. Badiklat juga menyiapkan personil yang dibagi dalam tiga kelompok untuk melakukan penanaman pohon di Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu. ”Ini bentuk apresiasi atas program Go Green sekaligus upaya pemecahan rekor dinia untuk penanaman pohon,” jelas Kepala Badiklat Sulsel Jufri Rahman,kemarin. (SI-abriandi)
Penanaman pohon dilakukan pada 1.133 desa dan 180 kecamatan di 24 kabupaten/ kota serta 22.220 terumbu karang pada 101 pulau secara serentak, kemarin. Sementara, untuk pemecahan rekor, Sulsel mencatatkan rekor baru pada penebaran 2,07 juta bibit ikan.Jumlah ikan yang ditebar tersebut,memecahkan rekor yang sebelumnya dicatat di Palembang yakni hanya satu juta ekor.
Penciptaan rekor dunia dan pemecahan rekor MURI tersebut dilakukan secara simbolis di lokasi tambang galian C milik PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep. Turut hadir pemecahan rekor tersebut yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, Ketua DPRD Sulsel Muh Roem,dan Sekprov Sulsel A Muallim.
Senior Manager Yayasan Museum Rekor Indonesia (MURI) Paulus Pangka mengatakan rekor tersebut tidak hanya di Indonesia, namun juga menciptakan dua rekor dunia. Untuk pertama kalinya, rekor diciptakan di darat dan laut.”Ini bukan hanya yang pertama di Indonesia, namun juga dunia. Tiga tempat sekaligus dilakukan penciptaan rekor dan semuanya terpecahkan,”ujarnya. Menurut dia, pemecahan rekor tersebut disahkan setelah pihak MURI melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang dilakukan.
Khusus untuk transplantasi terumbu karang, dipantau dari pulau terluar Kabupaten Pangkep hingga perbatasan NTB. Sementara, untuk penanaman pohon secara serentak mencapai 1.130 desa.Paulus mengatakan,hal tersebut adalah yang pertama kali di dunia. Untuk penilaian rekor, pemantauan dilakukan MURI sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Ketiga rekor tersebut disahkan oleh MURI didepan notaris dan Museum Rekor Dunia dengan nomor urut rekor 4.193,4.194,dan 4.195.
”Penghargaan MURI akan diserahkan besok (hari ini) kepada Gubernur Sulsel dihadapan Presiden Susilo BambangYudhoyono,”tambahnya. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program penanaman pohon tersebut adalah bagian dari program satu miliar pohon. Diharapkan, dengan penanaman pohon tersebut, dampak global warming yang cukup membahayakan, bisa ditekan serendah mungkin.
Menurut dia, dalam penanganan pemanasan global, Indonesia termasuk terlambat.Hal ini menjadi persoalan sebab dampaknya mulai terasa yakni kemarau yang cukup panjang. Akibat lainnya, bermunculan berbagai penyakit baru. ”Tahun depan, Sulsel harus bisa memecahkan rekor dunia baru, ini harus menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk berbuat yang terbaik untuk alam,”tambahnya.
Menteri Pertanian Suswono yang turut hadir mengatakan, 2020 nanti, Indonesia bertekad untuk menurunkan emisi dengan biaya sendiri.Sulsel,katanya,bisa menjadi contoh untuk tahap pertama dengan adanya program Go Green. ”Sektor pertanian tidak bisa lepas dari penghijauan karena terkait ketersediaan air secara berkesinambungan,”tambahnya.
Sementara itu,penanaman dua juta pohon ini mendapat apresiasi dari sejumlah SKPD. Badan Diklat Sulsel misalnya yang menyiapkan 1.500 bibit jati putih dan trembesi. Badiklat juga menyiapkan personil yang dibagi dalam tiga kelompok untuk melakukan penanaman pohon di Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu. ”Ini bentuk apresiasi atas program Go Green sekaligus upaya pemecahan rekor dinia untuk penanaman pohon,” jelas Kepala Badiklat Sulsel Jufri Rahman,kemarin. (SI-abriandi)
Sumber : http://www.makassarterkini.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar