Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Juli 2011

Sulsel Siaga Satu Flu Burung

Wednesday, 13 July 2011
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyatakan status siaga satu untuk mengantisipasi penyebaran virus avian influenza atau flu burung menyusul mewabahnya virus ganas itu di tiga kabupaten, yakni Sidrap, Pinrang, dan Parepare.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah mengeluarkan surat edaran kepada setiap kepala daerah se-Sulsel untuk mewaspadai wabah virus mematikan itu di daerah lain. Surat edaran tersebut telah dikirim ke sejumlah kepala daerah kemarin. Berdasarkan pemantauan Dinas Peternakan Sulsel,wabah flu burung yang menyebar secara cepat di Sidrap, Pinrang,dan Parepare, tidak menunjukkan tren peningkatan yang sangat mengkhawatirkan.Itulah alasan pemerintah kenapa belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) hingga saat ini.

Kepala Dinas Peternakan Sulsel Murtala Ali mengungkapkan, pemerintah belum menetapkan virus flu burung di Sulsel sebagai KLB karena jumlah ayam yang mati sampai sekarang ini cenderung berkurang. Meski demikian, pemerintah mengimbau agar setiap daerah menetapkan siaga satu untuk mengantisipasi penyebarannya. Murtala menyebutkan, setiap kabupaten yang berbatasan dengan ketiga daerah yang terjangkit virus mematikan ini, diminta untuk memperketat dan mengawasi keluar masuknya ayam di wilayahnya masingmasing.

“ Penetapan KLB kalau jumlah ayam yang mati meningkat drastis dari 1.500 ekor menjadi 20.000 atau 30.000.Tapi sekarang, meski daerah terjangkit bertambah, jumlah ayam yang mati justru berkurang,” katanya kepada SINDO di Makassar, kemarin. Berdasarkan data yang dihimpun SINDO, jumlah ayam yang mati akibat flu burung di Sidrap sudah mencapai 70.000 ekor. Di Pinrang sebanyak 348 ekor ayam dan Parepare sebanyak 1.500 ekor. Kepala Dinas Pertanian,Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Kota Parepare Damilah mengatakan, saat ini pihaknya fokus dalam proses pencegahan pada lokasi-lokasi yang terjangkit flu burung.

“Kami terus melakukan proses pencegahan agar penyebarannya tidak meluas. Saat ini banyak sekali masyarakat yang datang meminta untuk vaksinasi,”katanya. Terpisah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang menerjunkan personelnya di Maiwa (perbatasan Sidrap) dan pasar-pasar hewan ternak untuk mengantisipasi kasus flu burung.“Yang namanya penyakit sulit dideteksi. Makanya perlu pengawasan ketat dan kita lakukan sosialisasi hidup sehat kepada warga,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Enrekang,Yunus Abbas, kemarin.

Apalagi, warga Enrekang sempat dihebohkan dengan temuan 10 karung ayam mati di Maroangin, akhir pekan lalu. Warga menduga 10 karung berisi ayam mati itu terkena flu burung yang tertular dari Sidrap. Anggota Komisi II DPRD Enrekang Arsyad mengatakan, kondisi ayam mati temuan warga Maroangin itu mirip flu burung. Akhirnya warga membakarnya untuk mencegah penyebaran virus flu burung di Enrekang. “Kita khawatir virusnya menyebar ke mana-mana sehingga langsung saja dibakar,” katanya.

Pemkab Luwu Utara (Lutra) juga melakukan razia seluruh ternak unggas dan telur yang berasal dari luar daerah,utamanya dari Sidrap. “Kami tidak mau kecolongan sebagaimana pada 2005 lalu. Ketika itu,puluhan ribu ternak unggas yang terkena H5N1 terpaksa di musnahkan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Lutra Armiady kepada SINDOdi Masamba,kemarin. Razia telur dan unggas dipusatkan di pos ekonomi Marimari tersebut melibatkan tim gabungan terpadu, terdiri Dispernak, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ),Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol- PP) serta instansi terkait.

“Kami juga melakukan razia pupuk kompos dari kotoran ayam dari Sidrap,”katanya. Dispernak Lutra saat ini juga melakukan penyuluhan penyuluhan kepada masyarakat bahaya yang ditimbulkan terhadap virus flu burung tersebut. Kegiatan penyuluhan ini dirangkaikan dengan pemberian vaksin terhadap unggas milik masyarakat secara gratis di delapan kecamatan.

Ketua Komisi III DPRD Lutra Andi Suriadi memberikan apresiasi terhadap jajaran Dispernak yang telah mengambil tindakan cepat untuk mencegah masuknya flu burung di Lutra. “Saya salut dan memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Lutra,khususnya Dispernak yang telah berupaya mencegah masuknya virus flu burung di Lutra,”katanya. wahyudi/ yos naiobe/abdul aziz

sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar