Wednesday, 13 July 2011
JAKARTA – Dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terhadap pengembangan dan kebangkitan koperasi, diapresiasi pemerintah pusat.Kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapatkan anugerah Satyalencana Pembangunan atas perhatian terhadap pertumbuhan koperasi.
Penyematan Satyalencana dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke 64 yang digelar Istora Senayan, Jakarta, kemarin.Penghargaan serupa diserahkan ke Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya,Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem, dan Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho. Selain itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mendapatkan penghargaan sebagai Penggerak Koperasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan. Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan,dalam mendukung pengembangan koperasi, pemprov memberikan dorongan agar seluruh kepala daerah memberikan perhatian terhadap pertumbuhan koperasi dan UKM.Dukungan juga diberikan dari segi permodalan dengan memberikan akses penuh ke kalangan perbankan dan lembaga pembiayaan. “Ini adalah penghargaan ke 68 yang diterima Pemprov Sulsel.
Ini juga membuktikan,upaya pemprov membenahi koperasi yang ada tidak sia-sia dan menjadi indikator keberhasilan,” jelasnya kepada SINDO didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Agus Sumantri, usah menerima penghargaan, kemarin. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel M Yamin mengungkapkan, hingga saat ini,jumlah koperasi yang telah berdiri sebanyak 7.700 buah dengan total aset Rp2,4 triliun. Sementara, untuk UKM sebanyak 860.000 dan mampu menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang. “Dari jumlah tersebut hanya sekitar 15% yang masuk dalam kategori tidak sehat. Ini yang menjadi fokus untuk dibenahi kedepannya,” jelasnya, kemarin.
Penggerak Koperasi
Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, kembali mendapat penghargaan. Kali ini, dia dinobatkan sebagai kepala daerah penggerak koperasi 2011, oleh Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah,yang akan diserahkan di peringatan hari ulang tahun ke-64 Koperasi Nasional, di Jakarta,hari ini.
Ilham, saat dikonfirmasi, mengaku sudah mendapat penyampaian dari kementerian untuk menerima langsung penghargaan tersebut,yang dianggap berhasil melakukan pembinaan koperasi. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap upaya Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada di kota ini,”ujar Ilham,kemarin. Ilham menguraikan, keberhasilan Makassar tidak terlepas dari program yang dijalankan jajarannya, terutama Dinas Koperasi dan UKM selama beberapa tahun terakhir,yakni mengaktifkan kembali 216 koperasi.
“Dari ribuan koperasi dan UKM yang terdaftar, 216 di antaranya dalam status tidak aktif. Kita saat ini tengah mengupayakan untuk menghidupkan mereka kembali, dan itu sudah berjalan,” urai Ilham, meyakinkan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Makassar, hingga saat ini, tercatat 40% unit koperasi yang tidak aktif dari 1.456 unit usaha yang terdaftar atau berada di bawah naungan pemkot. abriandi/arif saleh
JAKARTA – Dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terhadap pengembangan dan kebangkitan koperasi, diapresiasi pemerintah pusat.Kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapatkan anugerah Satyalencana Pembangunan atas perhatian terhadap pertumbuhan koperasi.
Penyematan Satyalencana dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke 64 yang digelar Istora Senayan, Jakarta, kemarin.Penghargaan serupa diserahkan ke Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya,Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem, dan Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho. Selain itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mendapatkan penghargaan sebagai Penggerak Koperasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan. Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan,dalam mendukung pengembangan koperasi, pemprov memberikan dorongan agar seluruh kepala daerah memberikan perhatian terhadap pertumbuhan koperasi dan UKM.Dukungan juga diberikan dari segi permodalan dengan memberikan akses penuh ke kalangan perbankan dan lembaga pembiayaan. “Ini adalah penghargaan ke 68 yang diterima Pemprov Sulsel.
Ini juga membuktikan,upaya pemprov membenahi koperasi yang ada tidak sia-sia dan menjadi indikator keberhasilan,” jelasnya kepada SINDO didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Agus Sumantri, usah menerima penghargaan, kemarin. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel M Yamin mengungkapkan, hingga saat ini,jumlah koperasi yang telah berdiri sebanyak 7.700 buah dengan total aset Rp2,4 triliun. Sementara, untuk UKM sebanyak 860.000 dan mampu menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang. “Dari jumlah tersebut hanya sekitar 15% yang masuk dalam kategori tidak sehat. Ini yang menjadi fokus untuk dibenahi kedepannya,” jelasnya, kemarin.
Penggerak Koperasi
Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, kembali mendapat penghargaan. Kali ini, dia dinobatkan sebagai kepala daerah penggerak koperasi 2011, oleh Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah,yang akan diserahkan di peringatan hari ulang tahun ke-64 Koperasi Nasional, di Jakarta,hari ini.
Ilham, saat dikonfirmasi, mengaku sudah mendapat penyampaian dari kementerian untuk menerima langsung penghargaan tersebut,yang dianggap berhasil melakukan pembinaan koperasi. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap upaya Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada di kota ini,”ujar Ilham,kemarin. Ilham menguraikan, keberhasilan Makassar tidak terlepas dari program yang dijalankan jajarannya, terutama Dinas Koperasi dan UKM selama beberapa tahun terakhir,yakni mengaktifkan kembali 216 koperasi.
“Dari ribuan koperasi dan UKM yang terdaftar, 216 di antaranya dalam status tidak aktif. Kita saat ini tengah mengupayakan untuk menghidupkan mereka kembali, dan itu sudah berjalan,” urai Ilham, meyakinkan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Makassar, hingga saat ini, tercatat 40% unit koperasi yang tidak aktif dari 1.456 unit usaha yang terdaftar atau berada di bawah naungan pemkot. abriandi/arif saleh
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar