Friday, 01 July 2011
MEDAN – Pelayanan ibadah haji di Sulawesi Selatan (Sulsel)
dinyatakan setara dengan pelayanan haji skala internasional.
Sulsel dinilai sebagai provinsi terbaik dalam pelayanan haji bersama tiga daerah lainnya di Indonesia. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, penerimaan sertifikasi ISO ini diberikan kepada Kantor Kementerian Agama Sulsel, Jawa Timur (Jatim),Sumatera Utara (Sumut), dan Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi. Sebelumnya, penghargaan yang sama diberikan kepada jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kemenag Kota Bekasi dan Kanwil Jawa Barat (Jabar).
“Saya bangga dengan pengelolaan haji di pusat dan daerah, ini sangat membanggakan, sekaligus pembuktian kepada publik mengenai kinerja kita,” ujarnya di Jakarta kemarin. Prestasi yang sudah dicapai harus terus dilakukan perbaikan- perbaikan sehingga jamaah haji Indonesia semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Suryadharma mengakui, tidak mudah mendapatkan sertifikasi tersebut, perlu upaya yang sungguh-sungguh karena erat kaitannya dengan perubahan pola pikir atau mindset dan budaya kerja culture set.
”Bagi daerah yang belum mendapatkan,segera berusaha untuk bisa memperolehnya. Sertifikasi ini merupakan tanggungjawab untuk meningkatkan komitmen bersama dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji,”ujarnya. Sementara itu,Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Cepi Supriyatna berkomitmen akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.”Kami berharap,keberhasilan ini akan ditiru oleh kantor wilayah Kementerian Agama di daerah lain,”tandasnya.
Direktur Mutu Agung Lestari Alfatah Anwar mengatakan, perolehan sertifikasi ISO ini menunjukkan pencapaian dan komitmen Kementerian Agama mensinergikan sistem manajemen mutu dengan standar pelayanan internasional yang berorientasi pada kepuasan pelayanan pelanggan dalam hal ini jamaah haji. Dengan sertifikasi ini, diharapkan pelayanan haji menjadi lebih baik. ”Kami berharap ke depan pelayanan haji akan lebih baik lagi dan semua lini mendapatkan sertifikasi ISO yang mendukung kinerja Kementerian Agama,”ucapnya.
BPIH Diperkirakan Turun
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan turun. Hal itu berdasarkan penghitungan living cost (biaya hidup) jamaah haji dan sisa bunga tabungan yang dapat digunakan pemerintah untuk optimalisasi (subsidi) perumahan dan penerbangan. Kelompok Komisi VIII DPR, Ketua Fraksi PDI Perjuangan R AdangRuchiatna,menjelaskan, komponen living cost jamaah haji sebesar Saudi Arabia Riyal (SAR) 1500 per jamaah pada dasarnya bukan merupakan komponen BPIH.Justru hal tersebut merupakan titipan jamaah yang akan dikembalikan kepada jamaah saat ibadah haji.
Adang meminta living cost diambil dari bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp735 miliar. Perinciannya, 196.000 jamaah x SAR 1500 x Rp2.500 sehingga total keseluruhan bunga tabungan jamaah haji mencapai Rp1,96 triliun.Menurut dia, sisa bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp835 miliar dapat digunakan sebagai subsidi perumahan dan penerbangan. “Dengan demikian dapat dipastikan BPIH tahun 2011 akan turun sesuai dengan harapan jamaah haji,”kata dia.
Adang menyebutkan, penurunan BPIH bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua operator penerbangan. Dirjen Haji Kemenag Slamet Riyanto enggan mengomentari estimasi yang disampaikan R Adang Ruchiatna. “Maaf, saya disarankan supaya istirahat dulu,” ujar Slamet yang mengaku sedang sakit. sucipto/ siti amelia
Sulsel dinilai sebagai provinsi terbaik dalam pelayanan haji bersama tiga daerah lainnya di Indonesia. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, penerimaan sertifikasi ISO ini diberikan kepada Kantor Kementerian Agama Sulsel, Jawa Timur (Jatim),Sumatera Utara (Sumut), dan Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi. Sebelumnya, penghargaan yang sama diberikan kepada jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kemenag Kota Bekasi dan Kanwil Jawa Barat (Jabar).
“Saya bangga dengan pengelolaan haji di pusat dan daerah, ini sangat membanggakan, sekaligus pembuktian kepada publik mengenai kinerja kita,” ujarnya di Jakarta kemarin. Prestasi yang sudah dicapai harus terus dilakukan perbaikan- perbaikan sehingga jamaah haji Indonesia semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Suryadharma mengakui, tidak mudah mendapatkan sertifikasi tersebut, perlu upaya yang sungguh-sungguh karena erat kaitannya dengan perubahan pola pikir atau mindset dan budaya kerja culture set.
”Bagi daerah yang belum mendapatkan,segera berusaha untuk bisa memperolehnya. Sertifikasi ini merupakan tanggungjawab untuk meningkatkan komitmen bersama dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji,”ujarnya. Sementara itu,Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Cepi Supriyatna berkomitmen akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.”Kami berharap,keberhasilan ini akan ditiru oleh kantor wilayah Kementerian Agama di daerah lain,”tandasnya.
Direktur Mutu Agung Lestari Alfatah Anwar mengatakan, perolehan sertifikasi ISO ini menunjukkan pencapaian dan komitmen Kementerian Agama mensinergikan sistem manajemen mutu dengan standar pelayanan internasional yang berorientasi pada kepuasan pelayanan pelanggan dalam hal ini jamaah haji. Dengan sertifikasi ini, diharapkan pelayanan haji menjadi lebih baik. ”Kami berharap ke depan pelayanan haji akan lebih baik lagi dan semua lini mendapatkan sertifikasi ISO yang mendukung kinerja Kementerian Agama,”ucapnya.
BPIH Diperkirakan Turun
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan turun. Hal itu berdasarkan penghitungan living cost (biaya hidup) jamaah haji dan sisa bunga tabungan yang dapat digunakan pemerintah untuk optimalisasi (subsidi) perumahan dan penerbangan. Kelompok Komisi VIII DPR, Ketua Fraksi PDI Perjuangan R AdangRuchiatna,menjelaskan, komponen living cost jamaah haji sebesar Saudi Arabia Riyal (SAR) 1500 per jamaah pada dasarnya bukan merupakan komponen BPIH.Justru hal tersebut merupakan titipan jamaah yang akan dikembalikan kepada jamaah saat ibadah haji.
Adang meminta living cost diambil dari bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp735 miliar. Perinciannya, 196.000 jamaah x SAR 1500 x Rp2.500 sehingga total keseluruhan bunga tabungan jamaah haji mencapai Rp1,96 triliun.Menurut dia, sisa bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp835 miliar dapat digunakan sebagai subsidi perumahan dan penerbangan. “Dengan demikian dapat dipastikan BPIH tahun 2011 akan turun sesuai dengan harapan jamaah haji,”kata dia.
Adang menyebutkan, penurunan BPIH bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua operator penerbangan. Dirjen Haji Kemenag Slamet Riyanto enggan mengomentari estimasi yang disampaikan R Adang Ruchiatna. “Maaf, saya disarankan supaya istirahat dulu,” ujar Slamet yang mengaku sedang sakit. sucipto/ siti amelia
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar