Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo
Laporan: Badaruddin, Kasubag Penyaringan Informasi Biro Humas& Protokol Sulsel melaporkan dari Gowa
GUBERNUR Sulsel Syahrul Yasin Limpo menilai pencegahan dan pengendalian hutan yang terbakar selama ini merupakan tekad emosional semua pihak guna terjaganya hutan dari ulah manusia.
Sebab, kata Syahrul, pada Apel Siaga Pengamanan Lahan dan Pengendalian Hutan di markas Manggala Agni Bili-Bili,Kecamatan Parangloe, Gowa, Kamis (7/7), hutan merupakan suatu kehidupan yang tidak diurus orang per orang melainkan semua komponen masyarakat.
Upaya yang dilakukan itu juga bagian dari ibadah guna melestarikan hutan karena jika hutan baik tentu air dan sumber kehidupan lainnya juga makin membaik.
Syahrul meminta pemerintah kabupaten/kota agar segera menyiagakan satuan pelaksana dan regu pemadam kebakaran di tingkat desa/kecamatan khususnya di musim kemarau ini.
Kebakaran hutan dan lahan di Sulsel sejak tahun 2006 hingga 2010 tercatat 2.656,8 hektare (ha). Kawasan hutan yang terbakar kurun waktu tersebut meliputi hutan lindung, konservasi dan hutan produksi.
Hutan itu tersebar di Pangkep, Sidrap, Palopo, Tana Toraja,Gowa, Maros, Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukumba, Enrekang, Lutra, Lutim, dan Pare-pare.
Direktur Pengendalian Kebakaran Ditjen Kementerian Kehutanan RI, Nurhidayat, mengatakan, kebakaran hutan yang diakibatkan ulah manusia mudah ditanggulangi dibanding hutan rusak akibat musibah gempa, banjir dan tsunami.
Hanya saja, upaya pengendalian kebakaran hutan yang dilakukan selama ini sering terlambat karena sumber daya manusia dan dana sangat terbatas, termasuk upaya penegakan hukum belum optimal di masyarakat.
Apel siaga tersebut ditandai penandatanganan (Mou) Pemprov Sulsel dengan Yayasan Kalla dalam upaya percepatan penganan lahan kritis dan penghijauan di kawasan sepanjang jalan poros Malino seluas 5.000 ha.
Turut hadir pada Apel Siaga tersebut di antaranya Kapolda Sulsel Irjen Pol Waenal Usman dan Wakil Bupati Gowa Razak Badjidu.
Selain itu, Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Sulsel yakni Kadis Kehutanan Syukri Mattinetta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tamsil, Kadis Peternakan,Kadis Perikanan dan Kelautan Iskandar, dan Karo Humas dan Protokol Agus Sumantri.(aqsa riandy pananrang)
GUBERNUR Sulsel Syahrul Yasin Limpo menilai pencegahan dan pengendalian hutan yang terbakar selama ini merupakan tekad emosional semua pihak guna terjaganya hutan dari ulah manusia.
Sebab, kata Syahrul, pada Apel Siaga Pengamanan Lahan dan Pengendalian Hutan di markas Manggala Agni Bili-Bili,Kecamatan Parangloe, Gowa, Kamis (7/7), hutan merupakan suatu kehidupan yang tidak diurus orang per orang melainkan semua komponen masyarakat.
Upaya yang dilakukan itu juga bagian dari ibadah guna melestarikan hutan karena jika hutan baik tentu air dan sumber kehidupan lainnya juga makin membaik.
Syahrul meminta pemerintah kabupaten/kota agar segera menyiagakan satuan pelaksana dan regu pemadam kebakaran di tingkat desa/kecamatan khususnya di musim kemarau ini.
Kebakaran hutan dan lahan di Sulsel sejak tahun 2006 hingga 2010 tercatat 2.656,8 hektare (ha). Kawasan hutan yang terbakar kurun waktu tersebut meliputi hutan lindung, konservasi dan hutan produksi.
Hutan itu tersebar di Pangkep, Sidrap, Palopo, Tana Toraja,Gowa, Maros, Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukumba, Enrekang, Lutra, Lutim, dan Pare-pare.
Direktur Pengendalian Kebakaran Ditjen Kementerian Kehutanan RI, Nurhidayat, mengatakan, kebakaran hutan yang diakibatkan ulah manusia mudah ditanggulangi dibanding hutan rusak akibat musibah gempa, banjir dan tsunami.
Hanya saja, upaya pengendalian kebakaran hutan yang dilakukan selama ini sering terlambat karena sumber daya manusia dan dana sangat terbatas, termasuk upaya penegakan hukum belum optimal di masyarakat.
Apel siaga tersebut ditandai penandatanganan (Mou) Pemprov Sulsel dengan Yayasan Kalla dalam upaya percepatan penganan lahan kritis dan penghijauan di kawasan sepanjang jalan poros Malino seluas 5.000 ha.
Turut hadir pada Apel Siaga tersebut di antaranya Kapolda Sulsel Irjen Pol Waenal Usman dan Wakil Bupati Gowa Razak Badjidu.
Selain itu, Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Sulsel yakni Kadis Kehutanan Syukri Mattinetta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tamsil, Kadis Peternakan,Kadis Perikanan dan Kelautan Iskandar, dan Karo Humas dan Protokol Agus Sumantri.(aqsa riandy pananrang)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar