Total Tayangan Halaman

Rabu, 10 Agustus 2011

Akhirnya, Sulsel Ekspor Beras

Rabu, 10-08-2011
Pemerintah Pusat Beri Kuota 50 Ribu Ton
MAKASSAR, Upeks—Akhirnya, keinginan Pemprov Sulsel untuk melakukan ekspor beras terwujud.Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menyetujui rencana ekspor beras asal Sulsel.
Menteri Perdagangan, Marie Elka Pangestu, Selasa (9/8) kemarin mengatakan, rencana tersebut telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.
“Itu tergantung permintaan. Intinya telah disetujui. Kita tinggal menunggu saja, permintaan Sulsel uintuk itu. Berapa jumlahnya, jenisnya dan ekspornya berapa, pembelinya siapa. Jenisnya yang dibolehkan kan hanya beras premium,” jelas Elka.
Di tempat yang sama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sulsel siap melakukan ekspor beras itu. Bahkan stok beras Sulsel yang siap diekspor melebihi jumlah yang diperbolehkan pemerintah pusat.
“Pusat hanya memperbolehkan kita mengeskpor maksimal Rp 50 ribu ton. Padahal Sulsel bisa mengekspor lebih daripada itu bahkan bisa 100 ton. Dan ekspor itu juga hanya sebatas beras premium,” jelasnya.
Disambut Baik
Rencana ekspor beras itu mendapat sambutan baik dari Kementerian Pertanian sebab dinilai akan memberikan keuntungan bagi para petani.
“Tentu saja, beras premium kan bagus ya, karena harganya sangat tinggi. Apalagi mau di ekspor ke Korea Selatan. Dengan harga yang tinggi, tentu saja petani akan mendapatkan keuntungan lebih banyak,” kata Menteri Pertanian Suswono, usai rapat koordinator ASEAN Fair di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (8/8).
Pemerintah, lanjut Suswono, memperbolehkan ekspor beras premium dari Pemda Sulsel sepanjang stok beras aman dan tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri.
“Permintaannya 200 ribu ton. Tapi, kita sudah setujui dalam rapat Menteri Koordinator bidang Perekonomian hanya 50 ribu ton. Kalau memang mereka betul-betul ekspor, ya silakan,” ungkap Mentan.
Sebelumnya, Suswono menjelaskan, jenis dari beras yang akan diekspor tersebut ialah aromatik lokal dengan kualitas terbaik. Dengan kenyataan ini, Sulsel berpotensi tidak hanya menyuplai untuk dalam negeri, namun juga luar negeri.
Terkendala Aturan
Selain itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga mengungkapkan, Pemprov Sulsel mengajukan permohonan untuk ekspor beras premium ke Korea Selatan karena ada permintaan beras dari Negeri Gingseng itu sebanyak 200 ribu ton.
Namun, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, beberapa waktu lalu mengatakan, hal itu belum dapat terealisasi karena masih terkendala aturan di Kementerian Perdagangan karena pihak Kemendag baru melakukan rapat pertama terkait hal itu. “Belum ada, rekomendasi saja belum ada, belum,” ungkapnya pekan lalu.
Menurut Deddy, perusahaan yang bisa mengekspor beras adalah perusahaan eksportir umum yang memang berkeinginan melakukan kegiatan ekspor beras premium. “Eksportir terdaftar ya perusahaannya,” tuturnya.
Stok Aman
Sementara itu, Menteri Perdagangan mengatakan, stok beras secara nasional saat ini mencukupi hinga akhir tahun. Begitu pun halnya dengan Sulsel.
Mengenai harga, dia mengatakan di pasaran saat ini masih stabil, bahkan cenderung ada penurunan harga. “Saya rasa keadaan aman meskipun ada kenaikan harga menjelang puasa dan menjelang lebaran. Itu karena wajar karena tingginya permintaan,” jelasnya. 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar