Selasa, 09 Agustus 2011 - 06:21:04 WIB
Diposting oleh : Selvi
Diposting oleh : Selvi
Ketua
BP3 Makassar, Andi Muhammad Said baru-baru ini di Makassar mengatakan, bahwa
eskavasi pada benteng Rotterdam akan dimulai disisi kiri benteng yang merupakan
bekas kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi
Sulawesi Selatan, alasannya bagian ini
untuk melihat kemungkinan adanya peninggalan-peninggalan arkeologi. Eskavasi
ini akan dilakukan bersama dengan mahasiswa arkeologi Universitas Hasanuddin
dan Universitas Negeri Makassar. Revitalisasi Fort Rotterdam telah
dicanangkan Gubernur Sulawesi Selatan, H.
Syahrul Yasin Limpo dan diharapkan tidak terjadi politisasi dalam proses
revitalisasi kawasan cagar budaya benteng Rotterdam seperti pernah terjadi pada
proses pembangunan Gowa Discovery Park di dekat kawasan Benteng Somba Opu.
Pemerintah hanya ingin melakukan perbaikan-perbaikan terhadap warisan besar sejarah
yang dimiliki Sulawesi Selatan agar tidak punah dan hilang, karena menurutnya
Benteng Rotterdam adalah jimat dan kekuatan Sulsel ditinjau dari segi apapun.
Untuk tahap pertama pembersihan gedung Disperindag yang akan
dijadikan taman seluas 5000 meter persegi, dan semua yang ada di bahu jalan
Slamet Riyadi atau sebelah kiri benteng akan dikosongkan sehingga menjadi satu
kesatuan dengan taman. Pembatas taman
dengan benteng adalah sebuah kanal selebar 20 meter yang dilengkapi sebuah
jembatan kayu sebagai sarana penyeberangan. Ketua panitia Pelaksanaan
Revitalisasi Benteng Rotterdam, Syarif Burhanuddin mengatakan, anggaran untuk
taman mencapai Rp 10 miliar dan ditargetkan tuntas pada tahun 2012 mendatang. Perencanaan
awal Revitalisasi Benteng Rotterdam untuk dikembalikan ke wujud aslinya
dilakukan sejak tahun 2009 dengan menggunakan APBD 2009 sebesar Rp 150 juta
ditambah Rp 12 miliar untuk pembongkaran kantor Disperindag Sulsel dan anggaran
APBN 2010 untuk membuat Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
Revitalisasi bangunan ini
kemudian dilanjutkan dibagian dalam benteng. Tahap pertama menggunakan anggaran
Rp 10 miliar dan tahap kedua pada 2011
dengan anggaran Rp 27 miliar dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pembangunan
RTH disebelah kiri benteng menggunakan anggaran Rp 4 miliar dari APBN 2011
ditambah anggaran perbaikan museum dari
BP3 sebesar Rp 3,5 miliar, jadi total anggaran revitalisasi pada tahun
2009-2011 sudah sebesar Rp 59 miliar yang sumbernya dari Kementerian Pekerjaan Umum,
Kementerian Kebudayaan dan Parawisata, APBD, APBN dan BP3.
Sumber : http://www.sulsel.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar