Tribun Timur - Jumat, 12 Agustus 2011 10:29 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rencana arak-arakan dan konvoi penyambutan
rombongan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan penghargaan Bintang
Mahaputera (BMP) Utama diungkapkan Syahrul, itu tanpa sepengetahuannya.
Meski demikian, ia tetap menyambut baik rencana tersebut namun tetap berharap konvoi tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
"Saya tidak tahu ada itu, mungkin bentuk penyambutan biasa saja. Yang penting tertib dan tidak mengganggu (pengguna jalan) yang lainnya silakan saja," kata Syahrul di Kantor Penghubung Pemprov Sulsel di Jl Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta, Jumat (12/8) kemarin.
Sejumlah muspida Kadisbudpar Sulsel Suaib Malombassi dan Sekda Andi Muallim serta "pasukan" konvoi menanti kehadiran Syahrul yang telah meraih Penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana negara Jumat (12/8) kemarin.
Sebelumnya, selama tiga tahun memerintah Sulsel, SYL tercatat telah meraih 83 penghargaan di level nasional terhadap kinerja pembangunan Sulsel. Penghargaan Bintang Mahaputera Utama sendiri adalah bintang penghargaan sipil tertinggi, terbaik, dan terhebat.
Secara fisik, medali Bintang Mahaputera Utama berbentuk gantungan di seutas tali seperti pita berwarna merah dangan garis warna kuning di pinggirannya. Penggunaannya dengan cara digantungkan di leher menyerupai pemakaian kalung.
Pita dan medali dapat dikenakan dalam berbagai upacara resmi atau hari besar nasional dan dapat juga medalinya disematkan terpisah di pakaian. Penghargaan itu akan dikenakan Syahrul saat apel peringatan HUT Proklasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus nanti di Sulsel.(*)
Meski demikian, ia tetap menyambut baik rencana tersebut namun tetap berharap konvoi tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
"Saya tidak tahu ada itu, mungkin bentuk penyambutan biasa saja. Yang penting tertib dan tidak mengganggu (pengguna jalan) yang lainnya silakan saja," kata Syahrul di Kantor Penghubung Pemprov Sulsel di Jl Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta, Jumat (12/8) kemarin.
Sejumlah muspida Kadisbudpar Sulsel Suaib Malombassi dan Sekda Andi Muallim serta "pasukan" konvoi menanti kehadiran Syahrul yang telah meraih Penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana negara Jumat (12/8) kemarin.
Sebelumnya, selama tiga tahun memerintah Sulsel, SYL tercatat telah meraih 83 penghargaan di level nasional terhadap kinerja pembangunan Sulsel. Penghargaan Bintang Mahaputera Utama sendiri adalah bintang penghargaan sipil tertinggi, terbaik, dan terhebat.
Secara fisik, medali Bintang Mahaputera Utama berbentuk gantungan di seutas tali seperti pita berwarna merah dangan garis warna kuning di pinggirannya. Penggunaannya dengan cara digantungkan di leher menyerupai pemakaian kalung.
Pita dan medali dapat dikenakan dalam berbagai upacara resmi atau hari besar nasional dan dapat juga medalinya disematkan terpisah di pakaian. Penghargaan itu akan dikenakan Syahrul saat apel peringatan HUT Proklasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus nanti di Sulsel.(*)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar