Tribun Timur - Jumat, 12 Agustus 2011 10:29 WITA
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Cita-cita Pemprov Sulsel untuk memiliki
Wisma Negara Indonesia mulai menuai titik terang. Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono merestui pembangunan Wisma Negara di Makassar, Sulsel.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku dibisiki langsung oleh SBY di sela-sela penganugerahan Bintang Mahaputera (BMP) Utama di Istana Negara pada Jumat (12/8). Pembangunan Wisma Istana telah dicita-citakan sejak dua tahun terakhir.
"Bapak Presiden membisikkan kita wujudkan wisma negara. Ini bulan Ramadan, demi Allah beliau membisikkan itu," kata Syahrul di Jakarta usai menghadiri buka puasa bersama Presiden SBY di Istana Negara.
Mantan Bupati Gowa dua periode tersebut mengaku telah menanti isyarat tersebut sejak dua tahun terakhir. Namun restu dari SBY untuk mendirikan wisma negara di Sulsel tidak kunjung terlontar sebelumnya.
Wisma Negara masuk dalam salah satu item mega proyek Center Point of Indonesia (CPI) "Itu sudah lama sekali saya tunggu, Wisma Negara kan simbol kenegaraan yang tidak pernah dibuat di luar Jawa, kita berhasil merebut dan meyakinkan bahwa Indonesia bukan hanya di Jawa," katanya sumringah.
Syahrul mengakui pendirian wisma negara masih terdapat beberapa kesulitan-kesulitan diantaranya menyangkut maintenance dan siapa yang akan bertanggungjawab. Meski demikian ia yakin dapat dikelola dengan baik nantinya.
Selain membisikkan soal pembangunan wisma negara, SBY pun, menurut Syahrul, mengatakan dirinya adalah percontohan terbaik dan berpesan untuk mempertahankannya.
"Sekali lagi demi Allah, ini bulan Ramadan, SBY mengatakan kamu adalah percontohan terbaik," tegas Syahrul lagi.
Dibandingkan dengan penerima penghargaan lainnya, Syahrul mengaku mendapat alokasi waktu ngobrol dengan SBY di sela-sela penerimaan penghargaan yang paling banyak.
Siapkan Penyambutan Musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Sulsel menyiapkan penyambutan
bagi Gubernur Sulsel yang baru saja menerima penghargaan bintang Mahaputera (BMP) Utama dari SBY.
Rencananya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwiisata Sulsel Suaib Malombassi dan sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim akan memimpin langsung penyambutan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Syahrul bersama pita bintang penghargaannya akan diarak menuju rumah jabatan Gubernur. Di tempat tersebut, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang telah menanti kedatangan tandemnya tersebut. Dalam website resmi sekretariat negara RI, www.setneg.go.id menyebutkan BMP Utama merupakan bintang penghargaan sipil tertinggi, terbaik, dan terhebat.
BMP Utama menyerupai kalung dengan pita warna kuning dan dapat dikenakan dalam berbagai upacara resmi atau hari besar nasional dan dapat juga disematkan dalam pakaian. Sebelum sampai di rujab, Gubernur bersama rombongan akan melakukan ziarah kubur ke makam mendiang ayahnya, Yasin Limpo dan anaknya Rindra sujiwa Putra Syahrul di pekuburan taman makam Pahlawan,
Panaikkang, Makassar.
"Saya mau menemui bapak dan Rindra di Makam Pahlawan Panaikang dulu sebelu sampai di rujab," kata Syahrul. (*/tribun-timur.com)
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku dibisiki langsung oleh SBY di sela-sela penganugerahan Bintang Mahaputera (BMP) Utama di Istana Negara pada Jumat (12/8). Pembangunan Wisma Istana telah dicita-citakan sejak dua tahun terakhir.
"Bapak Presiden membisikkan kita wujudkan wisma negara. Ini bulan Ramadan, demi Allah beliau membisikkan itu," kata Syahrul di Jakarta usai menghadiri buka puasa bersama Presiden SBY di Istana Negara.
Mantan Bupati Gowa dua periode tersebut mengaku telah menanti isyarat tersebut sejak dua tahun terakhir. Namun restu dari SBY untuk mendirikan wisma negara di Sulsel tidak kunjung terlontar sebelumnya.
Wisma Negara masuk dalam salah satu item mega proyek Center Point of Indonesia (CPI) "Itu sudah lama sekali saya tunggu, Wisma Negara kan simbol kenegaraan yang tidak pernah dibuat di luar Jawa, kita berhasil merebut dan meyakinkan bahwa Indonesia bukan hanya di Jawa," katanya sumringah.
Syahrul mengakui pendirian wisma negara masih terdapat beberapa kesulitan-kesulitan diantaranya menyangkut maintenance dan siapa yang akan bertanggungjawab. Meski demikian ia yakin dapat dikelola dengan baik nantinya.
Selain membisikkan soal pembangunan wisma negara, SBY pun, menurut Syahrul, mengatakan dirinya adalah percontohan terbaik dan berpesan untuk mempertahankannya.
"Sekali lagi demi Allah, ini bulan Ramadan, SBY mengatakan kamu adalah percontohan terbaik," tegas Syahrul lagi.
Dibandingkan dengan penerima penghargaan lainnya, Syahrul mengaku mendapat alokasi waktu ngobrol dengan SBY di sela-sela penerimaan penghargaan yang paling banyak.
Siapkan Penyambutan Musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Sulsel menyiapkan penyambutan
bagi Gubernur Sulsel yang baru saja menerima penghargaan bintang Mahaputera (BMP) Utama dari SBY.
Rencananya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwiisata Sulsel Suaib Malombassi dan sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim akan memimpin langsung penyambutan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Syahrul bersama pita bintang penghargaannya akan diarak menuju rumah jabatan Gubernur. Di tempat tersebut, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang telah menanti kedatangan tandemnya tersebut. Dalam website resmi sekretariat negara RI, www.setneg.go.id menyebutkan BMP Utama merupakan bintang penghargaan sipil tertinggi, terbaik, dan terhebat.
BMP Utama menyerupai kalung dengan pita warna kuning dan dapat dikenakan dalam berbagai upacara resmi atau hari besar nasional dan dapat juga disematkan dalam pakaian. Sebelum sampai di rujab, Gubernur bersama rombongan akan melakukan ziarah kubur ke makam mendiang ayahnya, Yasin Limpo dan anaknya Rindra sujiwa Putra Syahrul di pekuburan taman makam Pahlawan,
Panaikkang, Makassar.
"Saya mau menemui bapak dan Rindra di Makam Pahlawan Panaikang dulu sebelu sampai di rujab," kata Syahrul. (*/tribun-timur.com)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar