MAKASSAR
- REMISI 17 AGUSTUS. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo
(kiri), memberikan secara simbolik remisi umum 17 Agustus 2011 di Lapas
Kelas I Makassar, Sulsel, Rabu 17/8). Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia kantor Wilayah Sulawesi Selatan memberikan Remisi Umum I
sebanyak 162 dan Remisi Umum II Bebas sebanyak satu orang. (FOTO
ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (ANTARA News) -
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peringatan
kemerdekaan RI bukan sekadar upacara rutin tahunan belaka tapi merupakan
kilas balik perjuangan panjang meraih kemerdekaan.
"Peringatan kemerdekaan merupakan kilas balik atas peristiwa heroik dan patriotik yang panjang dalam mengusir kaum kolonial dari tanah air. Sudah sepatutnya jika kita bertekad melanjutkan cita-cita perjuangan," katanya.
Ia menekankan hal itu pada saat memimpin puncak peringatan ke-66 kemerdekaan RI di rumah jabatan Gubernur Sulsel, di Makassar, Rabu.
Pemprov Sulsel, lanjutnya, terus berupaya memperjuangkan peningkatan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan-kebijakan program pembangunan.
Puncak peringatan detik-detik Proklamasi Republik Indonesia tahun ini merupakan pengulangan sejarah dari pembacaan naskah proklamasi untuk pertama kalinya pada 17 Agustus 1945 karena sama-sama bertepatan dengan bulan Ramadan.
Upacara tingkat provinsi yang diikuti sekitar 2.500 undangan berlangsung khidmat. Ketua DPRD Sulsel Muh. Roem mengawali dengan pembacaan teks proklamasi.
Kemudian 74 anggota Paskibraka yang merupakan pelajar terpilih dari SMA/SMK se-Sulsel melanjutkan upacara dengan pengibaran bendera merah putih.
Upacara ditutup dengan nyanyian lagu-lagu perjuangan oleh paduan suara pelajar SMP dan SMA Kota Makassar.
"Saya berterimakasih karena upacara peringatan HUT Proklamasi hari ini berlangsung khidmat," ujar Gubernur mengakhiri tugasnya sebagai inspektur upacara.
Sore harinya, Gubernur kembali memimpin upacara penurunan bendera merah putih dan dilanjutkan dengan malam syukuran dirangkaikan dengan Nuzulul Quran di rumah jabatan Gubernur Sulsel. (T.KR-RY/F003)
"Peringatan kemerdekaan merupakan kilas balik atas peristiwa heroik dan patriotik yang panjang dalam mengusir kaum kolonial dari tanah air. Sudah sepatutnya jika kita bertekad melanjutkan cita-cita perjuangan," katanya.
Ia menekankan hal itu pada saat memimpin puncak peringatan ke-66 kemerdekaan RI di rumah jabatan Gubernur Sulsel, di Makassar, Rabu.
Pemprov Sulsel, lanjutnya, terus berupaya memperjuangkan peningkatan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan-kebijakan program pembangunan.
Puncak peringatan detik-detik Proklamasi Republik Indonesia tahun ini merupakan pengulangan sejarah dari pembacaan naskah proklamasi untuk pertama kalinya pada 17 Agustus 1945 karena sama-sama bertepatan dengan bulan Ramadan.
Upacara tingkat provinsi yang diikuti sekitar 2.500 undangan berlangsung khidmat. Ketua DPRD Sulsel Muh. Roem mengawali dengan pembacaan teks proklamasi.
Kemudian 74 anggota Paskibraka yang merupakan pelajar terpilih dari SMA/SMK se-Sulsel melanjutkan upacara dengan pengibaran bendera merah putih.
Upacara ditutup dengan nyanyian lagu-lagu perjuangan oleh paduan suara pelajar SMP dan SMA Kota Makassar.
"Saya berterimakasih karena upacara peringatan HUT Proklamasi hari ini berlangsung khidmat," ujar Gubernur mengakhiri tugasnya sebagai inspektur upacara.
Sore harinya, Gubernur kembali memimpin upacara penurunan bendera merah putih dan dilanjutkan dengan malam syukuran dirangkaikan dengan Nuzulul Quran di rumah jabatan Gubernur Sulsel. (T.KR-RY/F003)
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar