| Saturday, 13 August 2011 | |
|
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, kemarin (foto kiri). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden. JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya merestui pembangunan wisma negara di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar. Restu tersebut merupakan hadiah istimewa bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel setelah dua pemimpinnya dianugrahi Bintang Mahaputra Utama dan Bintang Jasa Utama. Bintang Mahaputra Utama disematkan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dianugrahi Bintang Jasa Utama. “Alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan sinyal untuk membangun wisma negara di Makassar.Saya sangat bersyukur beliau tadi membisik saya untuk mewujudkan wisma negara. Ini sangat saya tunggutunggu sejak dulu,” ungkap Syahrul di Jakarta tadi malam. Kegemberiaan Gubernur tersebut lantaran permohonannya baru dijawab Presiden sejak diajukan dua tahun lalu. Bagi Syahrul, ini merupakan simbol kenegaraan yang pertama kali dibangun di luar Pulau Jawa. Simbol negara ini tentunya menjadi hadiah paling istimewa terutama bagi masyarakat Sulsel. “Sebab simbol kenegaraan seperti ini tidak pernah dibangun di luar Jawa.Kita mau rebut, bahwa Indonesia tidak hanya ada di Pulau Jawa,” akunya usai menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari SBY di Istana Negara. Namun demikian, Syahrul mengakui hadiah istimewa itu tidak langsung diterima melainkan masih melalui proses. Di antaranya, izin pembangunannya belum tertuang dalam peraturan presiden (Perpres) serta belum ada tindak lanjut dari empat kementerian,yakni Kementerian PU,Kementerian Pariwisata, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri. “Dulu sudah ada semacam isyarat yang saya dapatkan kalau ini gagal.Permasalannya adalah, siapa yang memelihara dan siapa yang akan tidur disitu? Tapi tadi saya dapat isyarat dari SBY untuk mewujudkan itu.Irian Barat saja bisa direbut dari Makassar,” pungkasnya. Dalam rancangannya, wisma negara ini dibangun di atas lahan seluas lima hektare dengan pendanaan mencapai Rp400 miliar.Sesuai konsep kawasan CPI, wisma negara didesain dengan model bangunan yang menyerupai burung garuda. Wisma negara ini juga nantinya akan dipergunakan sebagai lokasi pertemuan dan peristirahatan Presiden serta pejabat negara lainnya. Pembangunan ini juga didesain menjadi kawasan kota terpadu CPI. Selain berjanji mewujudkan wisma negara,Presiden SBY di sela-sela penyematan bintang penghargaan tertinggi kepada Syahrul,juga menyebut Gubernur sebagai pemimpin percontohan dan diminta untuk terus dipertahankan. “Beliau juga bilang, kamu adalah percontohan terbaik. Kamu perlihatkan kalau kita bisa menjunjung kepentingan rakyat.Ini tidak saya buat-buat. Tidak ada yang saya kurangi dan tambah atas pernyataan SBY ke saya,”jelasnya. Usai menerima penghargaan Bintang Mahaputra dari SBY siang kemarin,Syahrul menyempatkan diri menerima ucapan dari sejumlah pejabat Pemprov Sulsel di Kantor Perwakilan Sulsel. Kemudian Syahrul kembali lagi ke Istana Merdeka melaksanakan buka puasa bersama dengan Presiden dan sejumlah penerima penghargaan lainnya.“Di handphonedan Blackberry saya terus mengalir ucapan ke saya atas penghargaan ini. Saya kan punya komunitas banyak. Muspida juga sangat gregetdengan ini. TNI/Polri sangat getol, mereka justru bisa memaknai itu,” katanya. Sejumlah pejabat Pemprov Sulsel juga tengah merencanakan penyambutan atas penghargaan yang diperoleh Syahrul sesampainya di Makassar, hari ini. Penyambutan tersebut rencananya akan dimulai ketika Gubernur tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan diarak hingga ke Rujab Gubernur Sulsel Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, turut dilaksanakan pula buka puasa bersama dengan sejumlah unsur muspida dan tokoh masyarakat. Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin juga hadir di Istana Negara untuk menerima Bintang Jasa Utama. SBY menitipkan pesan khusus kepada Ilham agar terus meningkatkan prestasi utamanya dalam mendorong kemajuan besar di Makassar. “Pak Ilham, kami bangga dengan prestasi ini, semoga bisa membantu untuk lebih berkarya di masa yang akan datang,” sapa SBY didepan Ilham saat menganugerahkan Tanda Kehormatan bintang Jasa Utama di Istana Negara. Ucapan lain datang dari Jusuf Kalla yang mendatangi Ilham setelah menerima penghargaan. Bagi tokoh asal Sulsel ini, pencapaian yang ditorehkan Ilham patut dijadikan motivasi. “Selamat Aco (sapaan akrab Ilham). Jadikan ini motivasi untuk bekerja lebih baik,” pesan JK yang didampingi istrinya,Mufidah Jusuf Kalla. Selain Syahrul dan Ilham, Mufidah Kalla juga diberi penghargaan selaku pendamping mantan Wapres Jusuf Kalla. Penghargaan yang sama diberikan juga kepada Taufik Kiemas, Ani Yudhoyono, dan Shinta Nuriah Wahid yang masing- masing mendapat Bintang Republik Indonesia Adipradana. Sedangkan Ny Hamzah Haz dan Ibu Mufidah Kalla,mendapat Bintang Mahaputera Adipradana. wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
|
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 13 Agustus 2011
SBY Restui Wisma Negara di Makassar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar