| Wednesday, 03 August 2011 | |
| MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengaku kesulitan
menurunkan angka buta aksara di empat kabupaten, yakni Jeneponto, Gowa,
Bone,dan Kabupaten Takalar. Penyebabnya, usia sasaran mayoritas 45 tahun
ke atas.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin
Limpo mengatakan, masalah buta aksara tersebut cukup mengganggu.
Akibatnya, indeks prestasi manusia (IPM) mengalami penurunan yang
signifikan dan masih jauh dari target rencana pembangunan jangka
menengah (RPJM). “Target 10 pelayanan dasar kelihatannya sudah dilewati
semua, cuma ada item, khususnya buta aksara yang masih mengganggu.
Ini yang akan coba kami carikan solusinya,” kata dia kepada wartawan,kemarin. Berdasarkan data Bappeda Sulsel,kondisi IPM di Sulsel telah mengalami peningkatan cukup signifikan beberapa tahun terakhir. 2010, Sulsel menjadi peringkat 19 di seluruh Tanah Air yang merupakan peningkatan tertinggi ketiga secara nasional. Angka buta aksara sekarang ini baru mencapai 87% dari target yang dicanangkan pada 2013 mencapai 94%.Gubernur juga mengusulkan DPRD Sulsel menurunkan target RPMJ yang dinilainya masih cukup tinggi. “Kami masih mau bicara dengan DPRD.Perubahan parsial seperti itu biasa dilakukan.Kami juga akan buatkan deskkhusus untuk menangani langsung kasus buta aksara di daerah ini,” papar dia saat ditemui di Kantor Bappeda Sulsel. Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mengkritisi kepala daerah diempat kabupaten yang tertinggi angka buta aksaranya. Pasalnya, kepala daerah tersebut tidak mau mengakui data yang diberikan Pemprov Sulsel dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel. “Umumnya,bupati daerah itu tidak sependapat daerah yang disebut terbanyak buta aksaranya. Daerah ini, yakni Jeneponto, Gowa, Bone, danTakalar,”katanya. Namun, kemungkinan lain juga telah terjadi kesalahan pencatatan atau metode pencatatan yang keliru sehingga harus diperbaiki. Masalah tingginya angka buta aksara ini juga paling banyak diderita usia 45 tahun ke atas. Sementara itu,Kepala Bappeda Tan Malaka Guntur menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan pelayanan di empat kabupaten terendah agar program bebas buta aksara bisa berjalan. Bahkan, pada 2013, dia menargetkan angka bebas buta aksara di Sulsel sudah mencapai 94%. Bappeda juga telah menyiapkan program memberantas buta aksara di daerah ini,di antaranya intervensi kepada buta huruf usia 15–45 tahun dengan metode yang berkualitas. wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
|
Total Tayangan Halaman
Rabu, 03 Agustus 2011
Sulsel Kesulitan Berantas Buta Aksara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar