Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
memberikan bantuan pupuk kepada 410 kelompok tani di 12 kecamatan di
Kabupaten Pinrang sebagai upaya untuk menggenjot produksi beras .
Bantuan pupuk yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang di Pinrang, Rabu, berupa pupuk NPK sebanyak 1.201,5 ton dan pupuk organik 1.201,5 ton.
Selain bantuan pupuk, bantuan pertanian lainnya yang diserahkan adalah mesin penggilingan padi, peralatan pascapanen hortikultura dan 300 keranjang bibit sayur mayur, 1.300 unit gunting pangkas dan satu unit mobil ambulans dengan nilai total Rp17,5 miliar
Bantuan pupuk yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang di Pinrang, Rabu, berupa pupuk NPK sebanyak 1.201,5 ton dan pupuk organik 1.201,5 ton.
Selain bantuan pupuk, bantuan pertanian lainnya yang diserahkan adalah mesin penggilingan padi, peralatan pascapanen hortikultura dan 300 keranjang bibit sayur mayur, 1.300 unit gunting pangkas dan satu unit mobil ambulans dengan nilai total Rp17,5 miliar
Pinrang merupakan kabupaten penerima
bantuan pertanian terbesar di antara kabupaten dan kota lainnya di
Sulsel karena kabupaten ini merupakan pemasok terbesar dalam mendukung
program surplus produksi beras Sulsel sebanyak dua juta ton dalam tiga
tahun terakhir.
"Sengaja kami berikan bantuan pertanian paling
besar pada kelompok tani Pinrang karena daerah inilah berkontribusi
terbesar dalam pemenuhan target program "over stock" dua juta ton beras
di Sulsel", katanya.
Ia menambahkan, Sulsel patut berbangga menyusul keluarnya izin ekspor beras dari pemerintah pusat.
Sebagai salah satu lumbung beras nasional Sulsel bersama Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat juga tidak temasuk dalam wilayah distribusi beras impor.
Izin ekspor beras 50 ribu ton dari Kementerian Pertanian, ditanggapi Pemprov Sulsel dengan peningkatan kapasitas produksi beras hingga 100 ribu ton untuk alokasi ekspor.
Penambahan kapasitas produksi beras ekspor hingga 100 ribu ton ini, menurut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga merupakan upaya untuk terus membuka peluang ekspor semakin besar. Gubernur juga berjanji, kontribusi Sulsel sebanyak dua juta ton terhadap nasional tidak akan berubah.
Produksi beras nasional rata-rata 5,1 ton per hektare dan Sulsel hampir mencapai angka tersebut. Sulsel, menargetkan, produksi beras surplus hingga 2,1 juta pada 2011 dari surplus dua juta ton yang telah dicapai selama dua tahun terakhir. (T.KR-RY/S025)
Ia menambahkan, Sulsel patut berbangga menyusul keluarnya izin ekspor beras dari pemerintah pusat.
Sebagai salah satu lumbung beras nasional Sulsel bersama Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat juga tidak temasuk dalam wilayah distribusi beras impor.
Izin ekspor beras 50 ribu ton dari Kementerian Pertanian, ditanggapi Pemprov Sulsel dengan peningkatan kapasitas produksi beras hingga 100 ribu ton untuk alokasi ekspor.
Penambahan kapasitas produksi beras ekspor hingga 100 ribu ton ini, menurut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga merupakan upaya untuk terus membuka peluang ekspor semakin besar. Gubernur juga berjanji, kontribusi Sulsel sebanyak dua juta ton terhadap nasional tidak akan berubah.
Produksi beras nasional rata-rata 5,1 ton per hektare dan Sulsel hampir mencapai angka tersebut. Sulsel, menargetkan, produksi beras surplus hingga 2,1 juta pada 2011 dari surplus dua juta ton yang telah dicapai selama dua tahun terakhir. (T.KR-RY/S025)
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar