Total Tayangan Halaman

Rabu, 10 Agustus 2011

GDP Beroperasi Januari 2012

Rabu, 10 Agustus 2011
BICARA BISNIS. Direktur Taman Safari Cisarua Bogor Tony Sumampow dan Zaenal Tayyeb berpose bersama gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.


MAKASSAR, FAJAR -- Pembangunan objek wisata Gowa Discovery Park (GDP) sudah rampung 50 persen. Objek wisata yang memiliki aneka wahana permainan di kawasan cagar budaya Benteng Somba Opu itu siap beroperasi Januari 2012.

 Pemilik PT Mirah Mega Wisata Zaenal Tayyeb selaku pengembang mengatakan, wahana taman burung, waterboom dan treetop sudah selesai. Yang tersisa adalah agenda penghijauan.

 "Pekerjaan fisik kami juga sedang berhenti, karena bulan puasa. Kami memakai tenaga lokal jadi agak tersendat," kata pengusaha yang juga adalah Ketua KKSS Bali ini Selasa 9 Agustus di kantor gubernur Sulsel..

 Pembangunan wahana ini sempat terhenti dua kali,  yakni akhir 2010 dan awal Februari  karena mendapat sorotan dari pemerhati situs cagar budaya.   Pemerintah sempat membentuk tim untuk menentukan zonasi kawasan itu.   Pemerintah mengklaim pembangunan sudah dilakukan di luar zona cagar budaya.     


Bentuk fisik dua wahana yakni, waterboom dan taman burung sudah kelihatan.  Kedua wahana tersebut berdekatan, hanya dipisahkan oleh tembok pembatas. Ada pagar keliling Waterboom setinggi 3,5 meter. 

Gowa Discovery Park terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare,  waterboom 3 hektare,  dan area outbound 3 hektare dengan total luas lahan pembangunan 17 hektare. Biaya investasi pembangunan proyek itu diperkirakan mencapai Rp 45 miliar.      


Zaenal Tayeb menemui gubernur Syahrul Yasin Limpo kemarin selain melaporkan perkembangan pembangunan GDP juga sekaligus mengantar kolega bisnisnyaTony Sumampow, pemilik Taman Safari yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti di Denpasar, Semarang, dan Jakarta.

 Kedatangan Sumampow menemui gubernur untuk menyatakan keinginannya membangun taman safari di Sulsel seperti di Pasuruan dan Bogor.

“Investor ini membutuhkan lahan 30 hektare. Lahan belum kita dapatkan. Kami masih mencari-cari. Kebetulan saya berteman jadi ajak ke Makassar untuk membangun daerah,” kata Zaenal didampingi rekan bisnisnya, Rizal Tandiawan. (*)
 
Sumber http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar