Jumat, 05-08-2011
|
MAKASSAR,
BKM -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah
dan muspida melakukan penertiban terhadap para pengguna petasan.
Utamanya saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah shalat tarwih.
"Sudah banyak keluhan yang saya terima soal petasan. Utamanya saat warga menunaikan shalat tarwih. Itu sangat mengganggu," kata Syahrul, kemarin.
Iapun meminta semua unsur terkait, termasuk kepolisian untuk turun tangan melakukan penertiban. "Jangan sampai masyarakat terganggu ibadahnya hanya karena bunyi petasan yang bersahut-sahutan," terangnya.
Penertiban, kata dia, sangat mendesak untuk dilakukan. Namun, sambungnya, tidak perlu dengan cara yang represif.
"Tidak perlu ditangkap pelakunya. Namun perlu diberikan efek jera dengan menyita petasan atau mercon yang dibunyikan di dekat tempat ibadah," tandasnya lagi.
Syahrul mengaku, selain mengganggu ketertiban, petasan juga rawan menyebabkan kebakaran.
"Sudah banyak keluhan yang saya terima soal petasan. Utamanya saat warga menunaikan shalat tarwih. Itu sangat mengganggu," kata Syahrul, kemarin.
Iapun meminta semua unsur terkait, termasuk kepolisian untuk turun tangan melakukan penertiban. "Jangan sampai masyarakat terganggu ibadahnya hanya karena bunyi petasan yang bersahut-sahutan," terangnya.
Penertiban, kata dia, sangat mendesak untuk dilakukan. Namun, sambungnya, tidak perlu dengan cara yang represif.
"Tidak perlu ditangkap pelakunya. Namun perlu diberikan efek jera dengan menyita petasan atau mercon yang dibunyikan di dekat tempat ibadah," tandasnya lagi.
Syahrul mengaku, selain mengganggu ketertiban, petasan juga rawan menyebabkan kebakaran.
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar