Citizen Reporter
Amrullah Hanafie
Humas Pemprov Sulsel
Melaporkan dari
Pangkep
SEBANYAK 32 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menerima tempat pemukiman. Mereka masing-masing menerima satu unit rumah baru sederhana yang terbuat dari konstruksi kayu.
Mereka sengaja direlokasi di tempat yang aman oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep pasca bencana banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu.
Relokasi ini dilakukan karena lokasi pemukiman warga sebelumnya yang terkena banjir bandang tersebut dianggap tidak aman lagi dan sewaktu-waktu dapat terjadi banjir bandang atau lonsor susulan.
Wagub Sulsel Agus Arifin Numang didampingi Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada korban sekaligus menandai difungsikannya perumahan yang diberi nama "Pesanggarahan Sahabat Sayang Rakyat".
Penyerahan itu dilakukan dalam rangkaian Safari Ramadan Wagub di Kabupaten Pangkep, Minggu (7/8) malam. Pembangunan Pesanggrahan Sahabat Sayang Rakyat yang berjumlah 32 unit tersebut menelan biaya sebesar Rp 1,8 Milyar yang bersumber dari APBD Sulsel.
Agus dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan warganya.
"Olehnya itu warga setelah mendapatkan tempat tinggal yang baru dan aman supaya tidak kembali lagi ke tempat tinggal lamanya yang dianggap sudah tidak aman lagi untuk ditempati. Pesanggrahan ini merupakan wujud kecintaan pemimpin kepada warganya," kata Agus.
Dia juga mengingatkan kepada warga agar terus taat membayar pajak karena sumber pembangunan daerah bersumber dari pembayaran pajak dari masyarakat.
"Pembangunan pesanggrahan dan lainnya itu bersumber dari APBD berarti berasal dari pajak-pajak yang Anda bayarkan. Membayar pajak adalah satu keharusan demi majunya pembangunan daerah," ujarnya.
Agus yang juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sulsel juga berharap agar kondisi keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat terus dijaga.
Menurutnya dengan kondisi keamanan dan ketentraman yang baik akan melancarkan segala proses pembangunan di segala sektor.(*)
Amrullah Hanafie
Humas Pemprov Sulsel
Melaporkan dari
Pangkep
SEBANYAK 32 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menerima tempat pemukiman. Mereka masing-masing menerima satu unit rumah baru sederhana yang terbuat dari konstruksi kayu.
Mereka sengaja direlokasi di tempat yang aman oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep pasca bencana banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu.
Relokasi ini dilakukan karena lokasi pemukiman warga sebelumnya yang terkena banjir bandang tersebut dianggap tidak aman lagi dan sewaktu-waktu dapat terjadi banjir bandang atau lonsor susulan.
Wagub Sulsel Agus Arifin Numang didampingi Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada korban sekaligus menandai difungsikannya perumahan yang diberi nama "Pesanggarahan Sahabat Sayang Rakyat".
Penyerahan itu dilakukan dalam rangkaian Safari Ramadan Wagub di Kabupaten Pangkep, Minggu (7/8) malam. Pembangunan Pesanggrahan Sahabat Sayang Rakyat yang berjumlah 32 unit tersebut menelan biaya sebesar Rp 1,8 Milyar yang bersumber dari APBD Sulsel.
Agus dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan warganya.
"Olehnya itu warga setelah mendapatkan tempat tinggal yang baru dan aman supaya tidak kembali lagi ke tempat tinggal lamanya yang dianggap sudah tidak aman lagi untuk ditempati. Pesanggrahan ini merupakan wujud kecintaan pemimpin kepada warganya," kata Agus.
Dia juga mengingatkan kepada warga agar terus taat membayar pajak karena sumber pembangunan daerah bersumber dari pembayaran pajak dari masyarakat.
"Pembangunan pesanggrahan dan lainnya itu bersumber dari APBD berarti berasal dari pajak-pajak yang Anda bayarkan. Membayar pajak adalah satu keharusan demi majunya pembangunan daerah," ujarnya.
Agus yang juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sulsel juga berharap agar kondisi keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat terus dijaga.
Menurutnya dengan kondisi keamanan dan ketentraman yang baik akan melancarkan segala proses pembangunan di segala sektor.(*)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar