Total Tayangan Halaman

Selasa, 09 Agustus 2011

Gubernur Canangkan Pembangunan Rumah Sehat Bantaeng

Gubernur Canangkan Pembangunan Rumah Sehat Bantaeng Syahrul yasin limpo (Ist)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) H Syahrul Yasin Limpo mencanangkan pembangunan Rumah Sehat (RS) Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng yang dipusatkan di areal tanah revitalisasi Pantai Seruni, Bantaeng, Senin.

Pencanangan RS berlantai delapan tersebut ditandai peletakan batu pertama yang diawali Gubernur disusul Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Direktur RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu dr H Syafruddin Nurdin dan sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan yang juga dirangkaikan buka puasa bersama tersebut disaksikan Konjen dan Kepala Perwakilan Jepang di Makassar, para tokoh masyarakat dan ribuan warga.

Selain peletakan batu pertama, Gubernur Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah juga menyaksikan penandatanganan naskah kerjasama antara Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr Syafruddin Nurdin M.Kes dengan Dr dr H Nurdin Perdana, konsultan pengelolaan rumah sakit, Star Six.

Penandatangananan naskah kerjasama juga dilakukan dengan dr Idar Mappangara, Sppd, Spj (K) dari pusat jantung (Cardiac Center) RS Wahidin Sudirohusodo.

Kerjama dengan Star Six dimaksudkan untuk menjawab kekhawatiran terhadap pengelolaan rumah sakit setelah pembangunannya rampung.

Melalui kerjasama tersebut, Star Six akan melakukan pembimbingan, pelatihan dan semacamnya untuk meningkatkan keterampilan operasionalisasi rumah sakit.

Sedang kerjasama dengan Pusat Jantung RS Wahidin berkaitan dengan pemanfaatan telecardiologi. Melalui kerjasama tersebut, penderita penyakit jantung akan terdeteksi di bagian jantung RS Wahidin.

Sebelumnya, RSUD Prof Anwar Makkatutu juga telah ditunjuk menjadi pusat pelayanan penyakit jantung, mata dan bibir sumbing di bagian selatan Sulsel, jelas dr HM Syafruddin Nurdin.

Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan RS berlantai delapan di bagian selatan Sulsel tentu tak hanya dimaksudkan untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, tetapi juga bagi masyarakat di daerah sekitarnya seperti Jeneponto, Bulukumba, Selayar dan Sinjai.

Ini juga sesuai dengan program Pemprov Sulsel yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis. Untuk kedua program tersebut, Pemprov telah menghabiskan Rp 1,4 triliun dalam tiga tahun terakhir.

Kesehatan gratis menghabiskan Rp600 miliar, sedang pendidikan gratis menghabiskan Rp800 miliar. Tapi, inilah wujud kepedulian pemerintah agar tidak ada masyarakat yang tidak bersekolah dan tidak ada yang tidak terlayani kesehatan hanya karena tidak punya uang.
Pemerintah menjaga betul masalah tersebut dan tidak boleh ada rakyat yang lapar. Syahrul kemudian memuji kepemimpinan HM Nurdin Abdullah yang dinilai memiliki banyak inovasi.

Pemimpin seperti ini sangat kurang samanya di Indonesia. Itu karena Nurdin Abdullah merupakan orang berilmu. "Orang berilmu itu ditinggikan derajadnya oleh Allah," terang Gubernur yang menilai tak kalah penting dari tugas pemerintah adalah memperbaiki ekonomi dan agama.

Ia kemudian menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2010 yang mencapai angka tertinggi di Indonesia yakni 8,11 persen. Pertumbuhan tersebut juga berkat sumbangsih Kabupaten Bantaeng yang tumbuh di atas rata-rata dan mencapai 8,16 persen.

Karena itu, Pemprov Sulsel memberi dukungan penuh terhadap pembangunan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. "Saya akan bicara dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan untuk mendukung pembangunan RS ini," tuturnya. (T.KR-HK/F003)

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar