Kamis, 17-02-2011
|
MAKASSAR, BKM -- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul
Yasin Limpo, mendesak pemerintah kabupaten/kota se Sulsel untuk segera
menyelesaikan proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini,
menurut Syahrul, baru Provinsi Sulsel yang telah menyelesaikan
RTRW-nya, sedangkan kabupaten/kota belum ada yang selesai.
Desakan itu disampaikan Syahrul saat memberikan sambutannya dalam kegiatan rapat kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) se Sulsel, Rabu (16/2), di Hotel Sahid Jaya, Makassar.
Menurut Syahrul, Pemprov Sulsel adalah satu-satunya daerah yang telah menyelesaikan regulasi RTRW-nya, sedangkan kabupaten di seluruh Sulsel hingga Kota Makassar, hingga kini belum juga menyelesaikan.
"Saya minta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memprioritaskan penyelesaian RTRW. Sebab, pembangunan di setiap wilayah harus memiliki landasan yang jelas," ujar Syahrul, kemarin.
Sementara itu, rapat kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) se Sulsel yang berlangsung, kemarin, menghasilkan sejumlah program prioritas untuk tahun 2011 ini. Salah satunya adalah penuntasan krisis air bersih.
Pemprov melalui Dinas PU akan meminta perencanaan anggaran di setiap wilayah di Sulsel. Rencana anggaran itu nantinya akan diajukan ke Pemprov hingga pemerintah pusat untuk mendapatkan alokasi anggaran.
Kepala Dinas PU Sulsel, Abd Latif, saat ditemuai di sela-sela rapat, mengatakan, raker Dinas PU kali ini ditujukan untuk mempertajam semua program, baik yang telah dilaksanakan maupun yang sementara perencanaan.
Terkait penuntasan krisis air bersih, Latif membenarkan bahwa program tersebut menjadi prioritas. "Bagi daerah yang terdeteksi mengalami krisis air bersih agar secepatnya membuat perencanaan anggaran untuk mendapat alokasi anggaran," katanya. Ke depan, menurut dia, diharapkan tidak ada lagi daerah di Sulsel yang mengalami krisis air bersih.
Desakan itu disampaikan Syahrul saat memberikan sambutannya dalam kegiatan rapat kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) se Sulsel, Rabu (16/2), di Hotel Sahid Jaya, Makassar.
Menurut Syahrul, Pemprov Sulsel adalah satu-satunya daerah yang telah menyelesaikan regulasi RTRW-nya, sedangkan kabupaten di seluruh Sulsel hingga Kota Makassar, hingga kini belum juga menyelesaikan.
"Saya minta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memprioritaskan penyelesaian RTRW. Sebab, pembangunan di setiap wilayah harus memiliki landasan yang jelas," ujar Syahrul, kemarin.
Sementara itu, rapat kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) se Sulsel yang berlangsung, kemarin, menghasilkan sejumlah program prioritas untuk tahun 2011 ini. Salah satunya adalah penuntasan krisis air bersih.
Pemprov melalui Dinas PU akan meminta perencanaan anggaran di setiap wilayah di Sulsel. Rencana anggaran itu nantinya akan diajukan ke Pemprov hingga pemerintah pusat untuk mendapatkan alokasi anggaran.
Kepala Dinas PU Sulsel, Abd Latif, saat ditemuai di sela-sela rapat, mengatakan, raker Dinas PU kali ini ditujukan untuk mempertajam semua program, baik yang telah dilaksanakan maupun yang sementara perencanaan.
Terkait penuntasan krisis air bersih, Latif membenarkan bahwa program tersebut menjadi prioritas. "Bagi daerah yang terdeteksi mengalami krisis air bersih agar secepatnya membuat perencanaan anggaran untuk mendapat alokasi anggaran," katanya. Ke depan, menurut dia, diharapkan tidak ada lagi daerah di Sulsel yang mengalami krisis air bersih.
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar