Rabu, 01-06-2011
Potensi Pasar Cukup Besar
Setelah membuka rute penerbangan langsung (direct flight) dari Makassar-Singapura, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo kembali intens meloby Garuda untuk membuka penerbangan Makassar-Jeddah. Dan, hasilnya, tinggal menunggu waktu.
Peluang membuka rute Makassar-Jeddah itu, terungkap saat Gubernur Syahrul berkomunikasi langsung dengan Dirut Garuda, Emirsyah Satar via handphone, Selasa (31/5). Kebetulan, saat bersamaan, Gubernur Syahrul menerima audiensi Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) di ruang kerjanya.
Dalam percakapan itu, Gubernur mengatakan kalau pihak Pemprov akan mendukung Garuda jika membuka rute Makassar-Jeddah. Pertimbangannya, memang, pasar Sulsel yang luar biasa. Terutama, untuk warga Sulsel yang melakukan umrah.
Menurut Gubernur, Dirut PT Garuda Indonesia siap membuka rute Makassar-Jeddah, sebab rute ini tergolong rute ‘gemuk’.
“Jemaah umrah asal Sulsel itu cukup besar. Bahkan jumlahnya 70% dari total jemaah umrah secara nasional,” ujarnya.
Sehingga, sangat wajar jika PT Garuda Indonesia berniat untuk membuka rute baru itu.
Niat Garuda membuka rute ke luar negeri lewat Makassar, memang bukanlah pekerjaan mudah. Paling tidak, butuh kerja keras. Dan Gubernur Syahrul kembali menegaskan bahwa menjadi pemimpin harus mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan. “Makanya, saat ini saya terus fokus untuk berbuat demi rakyat. Jangankan periode kedua, pertama saja belum selesai-selesai. Untuk apa kita duduk di sini (menjabat gubernur,Red) kalau tidak ada yang bisa dilakukan,” terangnya, pasti.
Terkait rencana membuka rute penerbangan Makassar-Jeddah,juga diungkapkan Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, M Ari Wibowo saat bertemu dengan GubernurSyahrul Yasin Limpo, Selasa (31/5). Ari mengaku, belum bisa memberikan kepastian. Pasalnya, selain masih mengkaji potensi pasar, PT Garuda Indonesia sudah memiliki pesawat ke Jeddah.
“Kami sudah punya pesawat ke Jeddah dan itu termasuk salah satu alasan teknik persiapan,” jelas Ari Wibowo.
Selain rute Makassar-Jeddah, PT Garuda Indonesia juga sedang menjajaki potensi penerbangan Makassar-Filipina, Makassar-Brunei Darussalam, dan Makassar-Hongkong.
Disamping itu, ada 13 titik penerbangan baru yang sedang dikembangkan baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Menurut Ari, selain Singapura yang memulai penerbangan perdana 1 Juni hari ini, pihaknya juga akan mengkaji pengembangan rute lain.
“Seperti diusulkan Pemerintah Provinsi Sulsel, ada empat penerbangan baru yakni Makassar-Filipina, Makassar-Brunei Darussalam, Makassar-Hongkong dan Makassar-Jeddah,” terangnya.
Ari mengungkapkan, keempat rute tersebut masih dalam tahap pengkajian pihak Garuda. Khususnya, bagaimana potensi pasar keempat rute baru tersebut.
“Masih butuh kajian mendalam, terutama potensi pasar,” ujarnya.
Sementara itu, ditetapkannya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hub penerbangan kedua di Indonesia, Ari mengatakan, hal tersebut sudah menjadi program kerja PT Garuda Indonesia.
“Hal itu sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu,” imbuhnya.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, penerbangan internasional dari Makassar ke beberapa negara, menunjukkan semakin baiknya perekonomian di Sulsel. Ia juga memberikan garansi, jika tidak akan mengalami kerugian karena angka penerbangan cukup tinggi dari Makassar.
“Jumlah pesawat yang melakukan penerbangan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin cukup tinggi. Saya kira tidak akan rugi,” ujarnya.
Syahrul menambahkan, persiapan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hap penerbangan internasional kedua di Indonesia terus dilakukan.
“Bandara kita terus benahi. Saya rasa, sudah cukup memadai sebagai bandara internasional,” tuturnya.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar