Total Tayangan Halaman

Rabu, 01 Juni 2011

Gubernur Perintahkan Dinas Urai Kemacetan

Rabu, 01 Juni 2011 | 19:55:55 WITA | 42 HITS


j
MAKASSAR -- Kemacetan di Makassar sudah mirip Jakarta. Setiap hari di beberapa ruas jalan mengalami kemacetan. Setiap pagi dan sore hari sampai pada jam 20.00 malam. Jalan-jalan protokol sampai pada jalan alternatif yang selama ini menjadi pengalihan apa bila arus kendaraan yang ada dijalan protokol juga tak luput dari kemacetan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta dinas terkait agar mengurai kemacetan yang kerap terjadi Makassar. “Kemacetan itu sebenarnya tanda baik, bahwa kota kita ini maju. Tapi harus diurai. Jalan sudah kita perlebar tetapi tak bisa menjadi solusi, kalau tak ada program lain,” kata Syahrul di kantor Gubernur, Selasa 31 Mei.

Kemacetan di ibukota provinsi ini bukan lagi disebabkan oleh sempitnya jalan raya atau sedikitnya jalur alternatif untuk menghubungkan setiap jalan protokol, tetapi semakin bertambahnya jumlah kendaraan.

Syahrul membeberkan pembelian kendaraan bermotor di Sulsel mencapai 201 ribu unit. Padahal tahun lalu hanya 148 ribu unit. Sedangkan secara nasional pembelian mencapai 7, 2 juta unit per tahun. “Ekonomi kita terus bertumbuh dan ini tentu sejalan dengan konsumtif masyarakat, karena itu perlu ditata tranportasi,” ungkapnya.

Di Makassar, berdasarkan data Badan Statisk Nasional (BPS) jumlah unit kendaraan bermotor tercatat hingga Februari 2011 lalu sekitar 306.814 unit atau 73 persen  dari kendaraan yang beroperasi di Kota Makassar dengan tingkat pertumbuhan rata-rata mencapai 20 persen per tahun.
Jika kita mencari rasio kepadatan kendaraan yang ada di kota makassar, yang luas kota ±175,77 Km2 dengan panjang jalan raya 1.593,46 Km dan panjang jalan tersebut sejak tahun 2003 tidak pernah berubah. Makanya perlu dicarikan sulusi tepat dengan membuat rute baru untuk tranportasi umum. (aci)
 
 
Sumber : http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar