MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui
Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura Sulsel, terus
menggenjot mutu jeruk yang dihasilkan.
Dengan kualitas buah yang bagus, diharapkan buah jeruk asal Sulsel mampu
menembus pasar ke berbagai negara Asia dan Eropa.
Seiring dengan itu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura akan
mengembangkan Jeruk Keprok Batu 55 yang telah diakui mutunya. Sebagai
langkah awal atau uji coba, Kabupaten Bantaeng ditunjuk sebagai daerah
basis produksi jeruk keprok batu 55.
Kepala Seksi Buah Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura
Sulsel, Maryam Amiruddin, di Makassar, Senin (09/05/2011), mengatakan,
untuk uji coba di Bantaeng, pengembangan jeruk ini menyasar luas areal
tanam sebanyak delapan hektare.
Dan di 2012 mendatang, akan dilakukan perluasan pengembangan jeruk jenis
ini menjadi 50 hektare di semua areal sentra penghasil jeruk.
Dikatakan, saat ini ada sekitar 13 kabupaten yang menjadi daerah sentra
produksi jeruk di Sulsel. Daerah tersebut di antaranya, Bantaeng,
Selayar, Bulukumba, Enrekang, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Luwu, Luwu
Utara, Luwu Timur, Gowa, dan Sidrap.
Dengan adanya pengembangan ini, katanya, diharapkan, Sulsel bisa menjadi
daerah dengan produksi jeruk terbesar dengan kualitas yang unggul.
"Saat ini Sulsel masuk dalam 10 besar daerah dengan produksi jeruk
terbesar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya pengembangan ini, akan
semakin menggenjot produksi jeruk yang berkualitas," katanya.
Sumber: makassar.tribunnews.com/ Senin, 9 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar