Total Tayangan Halaman

Senin, 09 Mei 2011

Sulsel Kembang Teknologi Penanaman Jagung

MAKASSAR,UPEKS--Demi menjadikan Sulsel sebagai daerah penyuplai jagung terbesar di Indonesia, serta memenuhi permintaan ekspor jagung. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, terus mengembangkan teknologi yang akan meningkatkan jumlah produksi jagung, dan juga mempersiapkan benih jagung pompang dengan nilai sasaran produksi sebanyak 23.0716 ton. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Produksi Palawija dan jagung Ir AM Taqwa saat ditemui di ruangan kerjanya, belum lama ini. Dia mengungkapkan, luas areal tanaman jagung di Sulsel terbagi dari tiga sektor, yakni, sektor barat, timur serta daerah peralihan. Dengan adanya pembagian sektor ini, diyakini akan dapat meningkatkan nilai produksi jagung di Sulsel yang terus meningkat. Dilihat dari luas areal tanam di tahun 2011 ini yang terus mengalami perluasan di beberapa daerah, kendati saat ini ada enam kabupaten yang menjadi sentar produksi jagung di Sulsel yakni, Bantaeng, Takalar, Gowa, Bulukumba, Bone, Jeneponto. "Dari ke enam kabupaten kota tersebut, ada sekitar 60 persen produksi jagung Sulsel di peroleh dari daerah sentra produksi tersebut, serta kami juga akan melakukan pemberian bantuan benih jagung dan pupuk terhadap para petani jagung, " ujarnya. Bantuan benih pompang ini, merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Thailand dengan Provinsi sulsel, untuk terus meningkatkan produksi jagung, yang nantinya akan di ekspor ke negara Thailand dengan harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel. "Dengan bantuan benih tersebut, maka permintaan ekpor lokal yang berkisar sekitar 800 ribu ton hingga 900 ribu ton dapat terpenuhi. Kendati demikian kami pu juga akan terus menjadikan Sulsel sebagai salah satu daerah yang menjadi senta produksi jagung secara nasional, dan menjadikan daerah ini, daerah swasembada jagung," ungkapnya. Sumber:www.ujungpandangekspres.com/Senin, 09-05-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar