Minggu, 26 Juni 2011 | 10:23:24 WITA | 40 HITS
GAGASAN mengupayakan
fasilitas tambahan bagi jemaah haji asal Sulsel selama di Mekah,
berpeluang terwujud. Muassasah Haji untuk Asia Tenggara yang membawahi
Indonesia, sepakat melanjutkan komunikasi pengadaan transportasi dan
katering untuk jemaah haji asal Sulsel, di Makassar.
Laporan: Yusuf Said dari Mekah
Laporan: Yusuf Said dari Mekah
Hal ini mencuat saat Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bertemu
dengan Zuhair A Hamed Sadayo, Chairman Muassasah Haji untuk Asia
Tenggara, di Kantor Muassasah Haji Asia Tenggara, di Mekah, Sabtu 25
Juni.
Pembicaraan lanjutan akan dilaksanakan di Makassar. Gubernur
menjanjikan pertemuan memungkinkan digelar sebelum Idul Fitri, atau
sebelum akhir Agustus mendatang. Usulan pihak muassasah, pertemuan
sebaiknya dilaksanakan di Malino, sekaligus berekreasi.
"Kita mengundang mereka ke Makassar. Pembicaraan teknis akan kita
lakukan selanjutnya. Yang terpenting, langkah mengupayakan fasilitas
tambahan sudah siap direspons baik oleh muassasah," tegas Syahrul.
Chairman Muassasah Asia Tenggara, Zuhair memang merespons positif
upaya pemprov menyiapkan fasilitas tambahan
bagi jemaah Sulsel. Apalagi ini bukan yang pertama. Jakarta dan
Banten sudah lebih dulu menyiapkan fasilitas serupa dengan mengandalkan
anggaran APBD.
Jemaah haji membutuhkan transportasi dari dan ke masjidil haram
selama 21 hari di Mekah. Katering jemaah juga tidak ditanggung selama di
Mekah. Hanya saja, untuk mewujudkan fasilitas tambahan ini, Zuhair
menyarankan agar pemprov Sulsel juga membangun komunikasi dengan maktab,
agar lebih mudah memantau penempatan kloter jemaah asal Sulsel.
Ketua BKPRMI Sulsel, Arifuddin Ahmad yang ikut dalam rombongan
mengusulkan penetapan maktab berbasis wilayah. Maktab membawahi antara 7
sampai 8 kloter (kelompok terbang).
Jadi, jemaah asal Sulawesi misalnya, diundi untuk bisa bergabung
dalam maktab yang sama. Hal ini juga bisa lebih memudahkan pemusatan
lokasi jemaah dari daerah yang sama, sehingga upaya menyediakan katering
yang sekaligus berbasis cita rasa lokal, bisa terpenuhi.
Konjen RI di Jeddah, Zakaria Anshor, yang membawahi tujuh provinsi
di Arab Saudi termasuk Mekah, menyebut penempatan jemaah dilakukan
dengan mekanisme Qur'ah (pengundian) di Kementerian Agam RI. "Jadi,
komunikasi yang lebih efektif sebaiknya dilakukan dengan kementerian
agama, dengan melibatkan kanwil setempat," saran Zakaria.
Ketua DPRD Sulsel, HM Roem yang ikut dalam rombongan menyokong
penuh upaya pemprov Sulsel mengaggas fasilitas tambahan bagi jemaah asal
Sulsel. (ysd)
Sumber : http://www.fajar.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar