Total Tayangan Halaman

Minggu, 26 Juni 2011

Pemprov-Muassasah Asia Tenggara Segera Teken MoU

Sunday, 26 June 2011 MEKKAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Muassasah Asia Tenggara sepakat bekerjasama untuk meningkatkan pelayanan terhadap calon jamaah haji asal Sulsel, khususnya di bidang transportasi dan katering selama di Mekkah dan Madinah.

Rencana sebelum dilakukan kerjasama tersebut akan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Sulsel dan Muassasah. Hal ini yang disepakati antara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan Ketua Muassasah Asia Tenggara Syech Zuhair A Ahmed Sadayo di Mekkah, Arab Saudi,kemarin. “Kita sepakat untuk melakukan MoU ke depannya demi memberikan pelayanan terbaik terhadap jamaah asal Sulsel. Kerjasama ini di sektor transportasi dan makanan selama melakukan ibadah haji,” aku Syahrul.

Dalam bidang transportasi, Gubernur menyatakan diri siap memberikan fasilitas tambahan di luar dari tanggungan yang disiapkan oleh muassasah di Jeddah,Mekkah,serta Madinah. Begitupun dengan katering makanan yang dianggap tidak sesuai dengan selera jamaah haji asal Sulsel. Syahrul menilai,transportasi yang selama ini disiapkan dianggap belum cukup memadai, sehingga jamaah asal Sulsel kerap mengalami keterlambatan dalam menunaikan ibadah haji di Masjidil Haram.

“Kami banyak mendapatkan keluhan dari jamaah karena pemondokan terlalu jauh dari Masjidil Haram dan transportasi yang biasanya terlambat.Kami harap kerjasama ini bisa segera dilanjutkan,”ujarnya. Sulsel juga bersedia mengirimkan bahan makanan ke Arab Saudi sehingga jamaah haji dan umrah yang setiap tahunnya mengalami penambahan tidak kesulitan lagi mencari makanan yang sesuai dengan seleranya. “Kita juga sepakat MoU di bidang ekonomi, di mana kita menyediakan bahan baku dan muassasah yang menyediakan pasarnya di Mekkah.

Saya harap ini bisa berlanjut dan saya siapkan seluruh kelengkapannya,” pungkas mantan Bupati Gowa ini. Sementara itu,Ketua Muassasah Asia Tenggara Syech ZuhairAAhmed Sadayo mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan fasilitas terhadap jamaah haji asal Indonesia, khususnya dari Sulsel. Menurutnya, pihaknya juga berusaha meningkatkan pelayanan, di mana salah satunya proyek pelontaran jumrah yang saat ini masih berlangsung.

Begitupun dengan pemondokan jamaah asal Indonesia akan dipusatkan di satu lokasi. Tahun 2012 mendatang, kata pria bersorban ini,Kerajaan Arab Saudi akan merubuhkan sedikitnya 5.000 hotel di sekitar Masjidil Haram,sehingga di sekitarnya bisa dijadikan sebagai lokasi penampungan jamaah haji yang setiap tahunnya mencapai 22 juta penduduk dari berbagai negara. Begitupun dengan transportasi dari Jeddah-Mekkah- Madinah, akan dibuatkan monorel sehingga bisa mempercepat pengangkutan jamaah haji.

Proyek ini, kata Zuhair, baru bisa dinikmati oleh jamaah haji pada tahun 2014 mendatang. “Kalau Pemprov Sulsel mau menyediakan fasilitas sendiri buat jamaah hajinya,muassasah siap membantu. Kita akan siapkan untuk melakukan MoU kerjasama itu,” ujarnya dalam pertemuan kemarin. Muassasah Asia Tenggara merupakan sebuah organisasi yang diberi kepercayaan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk mengurusi jamaah haji asal Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa negara lainnya.

Turut hadir dalam pertemuan kemarin, Kepala Biro Mental dan Spiritual (Menspri) Syamsibar, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Irman Yasin Limpo, sejumlah pejabat eselon II pemprov, serta perwakilan organisasi Islam di Sulsel. Sebelum menemui Muassasah Asia Tenggara, Gubernur sempat melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Zakaria Ansar,pagi kemarin. Di hadapan konjen,Syahrul menekankan akan menghentikan pengiriman seluruh tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sulsel ke Arab Saudi.

Hal ini semata- mata dilakukannya untuk melindungi warganya dari perlakukan kekerasan yang kerap menimpa TKI. Syahrul mengaku, kasus pemancungan Ruyati baru-baru ini dinilainya sudah kelewatan dan menjadi pertimbangan pemprov untuk tidak mengirimkan warganya bekerja ke Arab Saudi.

“Saya memang harus hentikan pengiriman (ke Arab Saudi). Saya mau cari makan untuk warga dan tidak perlu kerja di sini.Terlalu sadis.Dan ini harus kita pahami,” tegas Syahrul. wahyudi

Laporan Wartawan SINDO
WAHYUDI
Mekkah

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar