Total Tayangan Halaman

Jumat, 17 Juni 2011

Pengguna Kesehatan Gratis Naik 150 Persen

Jumat, 17 Juni 2011 | 19:47:49 WITA | 35 HITS


 
MAKASSAR -- Angka kunjungan masyarakat sebagai pengguna pelayanan kesehatan gratis di Sulsel meningkat signifikan. Tahun ini, kunjungan masyarakat terhadap program unggulan pemerintahan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang itu mencapai 14.074.554 jiwa. Angka ini meningkat tajam dibanding 2007 yang hanya 2.336.875 jiwa.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengakui peningkatan angka pengguna  kesehatan gratis sejak pertama kali digulirkan pada 1 Juli 2008. Grafik peningkatan tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat untuk berobat ke puskesmas dan rumah sakit semakin baik. Mereka telah menjadikan puskesmas dan rumah sakit sebagai tempat untuk memeriksa kesehatan.

"Ini sudah sesuai dengan ekspektasi kita dimana masyarakat sudah berobat ke pusat pelayanan kesehatan kalau merasa tidak enak badan. Pulang dari pasar, mereka mau mampir di puskesmas kalau sakit.  Dulu, masyarakat hanya di rumah walaupun sakit. Mereka menahan rasa sakitnya. Sekarang tidak lagi," kata wagub saat bertindak sebagai pemateri kuliah tamu di Fakultas Kedokteran Unhas, Kamis 16 Juni.

Sesuai data disebutkan bahwa pada tahun 2007 yang belum masuk program kesehatan gratis, total masyarakat pengguna pelayanan kesehatan gratis di puskesmas dan rumah sakit sebanyak 2.336.875 jiwa. Tahun berikutnya angkanya meningkat menjadi 3.020.428 jiwa. Lalu  2009 angkanya naik lagi menjadi 4.646.438 jiwa. Tahun lalu totalnya sudah 6.407.554 jiwa.

Dari sisi anggaran, wagub mengatakan terjadi peningkatan.  Pada 2008, anggaran kesehatan gratis ditanggung 100 persen oleh pemprov dengan anggaran sebesar Rp 81,7 miliar. Kemudian tahun berikutnya, selain  pemprov, pemkab/pemkot juga sudah menganggarkannya. Pemprov menanggung Rp 93,5 miliar, sedangkan pemkab/pemkot Rp 45,6 miliar."Tahun 2010, pemprov menganggarkan Rp 103,3 miliar, sedangkan pemkab/pemkot sebesar Rp 63,9 miliar. Lalu tahun 2011, pemprov menganggarkan Rp 174 miliar, sedangkan pemkab/pemkot Rp 170,7 miliar," ungkap Agus Arifin.

Wagub mengatakan sejak program kesehatan gratis mulai digulirkan 2008 lalu, pemnprov telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp 453,5 miliar. "Kalau mau dianalogikan pembangunan infrastruktur, maka panjang jalan yang sudah dihotmix sudah 900 km. Asumsinya untuk jalan hotmix 1 km menghabiskan anggaran Rp 500 juta," kata wagub.

Agus  yang memberikan mata kuliah umum di hadapan kurang lebih 100 mahasiswa juga mengatakan,  tak mudah merintis program kesehatan gratis. Tahun pertama realiasasi penuh kendala, salah satu kendala kata dia, karena sejumlah rumah sakit tidak memiliki fasilitas memadai sebagai rujukan.

Akhirnya pemerintah membagi kluster rumah sakit berdasarkan tipe dan kelasnya. Ada enam rumah sakit ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan. Enam rumah sakit tersebut terbagi dalam beberapa region antara lain; region timur yakni, RS Sawerigading Kota Palopo, region utara RS Andi Makkassau Parapare, region tenggara RS Tenriawaru Bone, region selatan RS Andi Sulthan Dg Rajab Bulukumba, region gerbang utara RS Daya Makassar, dan region gerbang selatan yakni RS Labuang Baji Makassar.

Untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan gratis di Sulsel, Pemprov Sulsel juga telah membangun RS Sayang Rakyat di Bulurokeng khusus melayani rujukan kelas III. RS ini dalam tahap perampungan dengan daya tamping 1.000 tempat tidur.

“Pak Gubernur juga sedang menjajaki kerja sama peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan mengirim dokter dan perawat ke Singapura. Mudah-mudaha itu bisa terealumisasi dan membantu kualitas program pelayanan kesehatan di Sulsel,” jelasnya. (aci)

Sumber : http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar