Total Tayangan Halaman

Kamis, 28 Juli 2011

Gubernur Instruksikan Operasi Pasar

Kamis, 28-07-2011



Tinjau Langsung ke Pinrang dan Bone

MAKASSAR, Upeks—Melonjaknya harga kebutuhan pokok menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan agar semua wali kota dan bupati, memantau langsung stok sembako dan distribusi barang agar tidak terjadi lonjakan harga. Tidak hanya itu, Syahrul juga mengajak semua jajaran muspida Sulsel dan pihak perbankan untuk ikut terlibat.
“Setiap memasuki Ramadan dan Idul Fitri, akan selalu terjadi lonjakan harga sembako dan menjadi persoalan nasional. Tapi, di Sulsel, selama tiga tahun berturut-turut, kita selalu berhasil mengendalikan harga dan tidak terjadi lonjakan yang terlalu signifikan,” ujar Syahrul, saat membuka rapat koordinasi kesiapan pasokan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat menghadapi puasa dan Idul Fitri, di Baruga Sangiaseri, Rabu (27/7).
Syahrul menginstruksikan, menjelang perayaan hari besar, seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, pemerintah harus proaktif dalam mengawasi ketersediaan sembako. Tidak boleh terjadi kelangkaan secara tiba-tiba. Khususnya, untuk beberapa komoditas seperti cabe, kentang, dan kol yang kerap kali langka sehingga harganya melonjak.
“Moment hari-hari besar merupakan saat dimana para pedagang mendapatkan keuntungan berlipat. Tetapi, harus dipahami, harga harus tetap dikendalikan pada tingkat kewajaran. Pemerintah tidak menghalang-halangi pedagang mendapatkan keuntungan,” terangnya.
Gubernur mengatakan, stok sembako harus cukup di semua kabupaten/kota di Sulsel. Karenanya, semuanya komoditas harus rill, bukan sekedar data. Distribusi barang juga harus didukung dengan transportasi yang lancar. Khususnya, untuk daerah kepulauan seperti Kabupaten Selayar.
“Distribusi harus merata. Khususnya di Kabupaten Selayar, jangan sampai ada kelangkaan. Barang-barang kebutuhan pokok harus tersalur hingga ke pulau-pulaunya,” ungkapnya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel itu mengatakan, setiap menjelang Ramadan, beberapa barang kebutuhan pokok seperti gula, terigu dan minyak goreng selalu bersoal. Pasalnya, ketiga barang tersebut rawan penimbunan. Akibatnya, ketiga barang tersebut langka di pasaran sehingga harganya akan melonjak.
“Semua bupati dan wali kota, tolong dibuat laporan stok barang dan hasil pemantauan pasar di masing-masing daerahnya setiap minggu. Laporan itu ditembuskan ke jajaran muspida provinsi,” tegas Syahrul.
Gubernur juga berharap, perbankan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa bersama-sama menggelar pasar murah dan operasi pasar untuk membantu masyarakat. Khususnya, untuk beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, daging, bawang merah, cabe, susu dan mentega.
“Kami harap, perbankan dan BUMN bisa terlibat dalam menekan kenaikan harga melalui pasar murah,” imbau Syahrul.
Disamping ketersediaan bahan pokok, Syahrul juga menginstruksikan agar bahan bakar minyak (BBM), elpiji serta energi, tidak menjadi persoalan.
“Saat Ramadan, tidak boleh ada masyarakat yang mengeluhkan elpiji langka atau ibadah masyarakat terganggu karena sering mati lampu. Di Sulsel, tidak boleh lagi ada seperti itu. Kecuali, ada persoalan secara teknis,” imbuhnya.
Usai pelaksanaan rapat koordinasi, Gubernur langsung menuju Kabupaten Pinrang dan Bone, untuk melakukan pemantauan secara langsung stok dan distribusi kebutuhan pokok. 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar