Total Tayangan Halaman

Rabu, 06 Juli 2011

Gubernur Syahrul Yasin Limpo Sukses Kelola Aset 9 Triliun

 

BPK Ganjar Pemprov Sulsel Opini Wajar Tanpa Pengecualian
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2010. Hasil penilaian itu diserahkan Anggota BPK, Rizal Djalil kepada Pemprov dan DPRD Sulsel dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulsel, kemarin.
RIZAL Djalil mengatakan, opini WTP bagi Pemprov Sulsel merupakan prestasi Pemda Sulsel-di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan hasil kerja keras pemerintah daerah beserta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat.
"Apa yang dicapai Pemda Sulsel patut diberi apresiasi dan mudah-mudahan bisa dipertahankan, atau malah ditingkatkan lagi. Opini BPK tidak bisa dilobi, tidak bisa negosiasi. Apa yang diperoleh Sulsel dbawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo adalah mumi hasil kerja keras gubernur dan jajarannya," ujar Rizal.
Menurut Rizal, ada beberapa tolok ukur yang membuat Sulsel mendapatkan opini WTP. Di antaranya, total anggaran pendapatan Sulsel pada tahun 2010 sebesar 2,4 triliun. Belanja dianggarkan 2,7 triliun, realiasasinya 2,4 triliun. Artinya, ada suplus 77 miliar lebih dan silva 290 miliar.
Rizal menambahkan, aset Pemprov Sulsel saat ini mencapai Rp 9 triliun. Dengan aset 9 trili--un, berarti Sulsel sudah bisa menerbitkan obligasi sebagai salah satu upaya mendapatkan altematif pembiayaan pembangunan se-suai kesepakatan dengan DPRD Sulsel, juga untuk meningkatkan kinerja Bank Sulselbar secara keseluruhan.
Pemprov Sulsel, kata bekas Anggota DPR yang lama bergelut di bidang keuangan ini, memiliki peluang yang cukup besar untuk itu. Apalagi dengan predikat opini WTP yang baru saja disan-dangnya, tentu akan memberi nilai plus untuk obligasi yang ditawarkan nanti.
Selain itu, tutur doktor jebolan Unpad ini, yang ikut mendukung opini WTP tersebut, jika 2009 BPK masih menemukan panjar, maka 2010 tidak ada lagi panjar di Sulsel. Tahun 2009 BPK juga masih menemukan adanya piutang yang tidak tercatat dengan baik, maka pada 2010 semua piutang sudah tercatat dengan baik.
Begitu juga soal pajak kendaraan bermotor mendapat opini WTP, karena menurut Rizal, pada 2010 cemua pajak kendaraan bermotor daerah ini sudah terdata dengan cukup baik Termasuk dana-dana bantuan sosial yang dikeluarkan sudah sesuai dengan regulasi, sehingga BPK melihat tidak ada lagi masalah dengan dana bantuan sosial di Sulsel.
Rizal menyebutkan, saat ini di Indonesia baru ada tiga provinsi yang meraih opini WTP, yaitu Provinsi Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Sulsel. Salah satu kelebihan Sulsel dari provinsi lainnya adalah, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.
Rizal sangat mengapresiasi langkah-langkah Gubernur Yasin Limpo dalam mengelola tata keuangan daerahnya. "Gubernur membuat pakta integritas dengan para pimpinan Pemprov. Dibuat persyaratan jelas soal intelektualitas, siapa yang berhak menduduki jabatan ini dan itu. Dengan target yang jelas, managemen transparan dan akuntabel. Ini dibuktikan pengharaaan yang diterima gubernur dalam pelaksanaan pemerintahan yang transparan. Juga penghargaan tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, ada sekitar 80 lebih penghargaan yang didapat," tegasnya.
Rizal mendapat tugas mengurus 17 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota. Karena itu Rizal senang Sulsel bisa meraih WTP.
"Saya mengawasi dengan ketat, saya memonitor dengan keras tim di lapangan, bahkan saya klarifikasi kepada sekda dan gubernur Saya ingin mengatakan bahwa opini WTP Sulsel adalah benar dan sebenar-benarnya opini WTP Kami berharap, ini menjadi titik awal mencapai hal-hal yang lebih baik ke depan," harapnya. rch

Sumber : http://bataviase.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar