MAKASSAR - PELUNCURAN DESA SADAR HUKUM.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Patrialis Akbar (kanan),
menandatangani prasasti desa sadar hukum didampingi Gubernur Sulawesi
Selatan Syahrul Yasin Limpo (dua kanan) dan Kemenkumham Ririn Djati
Perbawani (kiri), di Makassar, Sulsel, Selasa (26/7). Di sela peresmiaan
Law Center Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel dan peluncuran program
Desa Sadar Hukum serta peresmian Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah
Tahanan Negara, Patrialis Akbar mengharapkan agar aparat penegak hukum
mengubah paradigma hukum yang lebih manusiawi terhadap beberapa proses
hukum tertentu. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,
Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Takalar, enam kecamatan dan tujuh desa di
Sulsel raih penghargaan sadar hukum.
Piagam penghargaan dan medali bernama Anubhawa Sasana tersebut diserahkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di Makassar, Selasa.
Penghargaan diberikan kepada kepala daerah dan kepala wilayah atas prestasi dalam membina dan mengembangkan desa atau kelurahan menjadi sadar hukum.
Kriteria penilaian dalam penghargaan tersebut adalah tidak terdapatnya pernikahan di bawah umur sesuai Undang-Undang Nomor I/1974, pelunasan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan 90 persen atau lebih.
Angka kriminalitas dan kasus narkoba rendah serta tingginya kesadaran masyarakat pada kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri menyampaikan apresiasinya pada kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo atas seluruh prestasi yang telah diraih Provinsi Sulsel selama ini.
"Provinsi Sulsel adalah salah satu provinsi terbaik dari sisi kesejahteraan karena pertumbuhan ekonominya rata-rata mencapai delapan hingga sembilan persen sementara nasional enam hingga tujuh persen," ujarnya.
Menurut Menteri, hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa apalagi masyarakat Sulsel sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras dan pedagang sukses. "Ini menjadi sumber daya manusia yang luar biasa, selamat," katanya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi yang tinggi bagi masyarakat Sulsel untuk mencapai target "center of exellent" di Indonesia.
"Kami sangat serius mendorong ekonomi dan pendidikan yang tentu harus dibungkus dengan kesadaran yang baik dari masyarakat, terutama jajaran pemerintahan agar tidak keluar dari konteks aturan. Jangan pernah melawan hukum," katanya.
Sejauh ini, lanjutnya, perbaikan-perbaikan dari sisi administrasi kenegaraan dari tingkat desa dinilai cukup signifikan.
"Beberapa daerah telah membuka secara jaringan administrasinya sehingga dapat dikontrol langsung BPK begitu juga dengan proses tender," ujarnya.
Peningkatan kesadaran hukum mulai dari desa diharapkan akan semakin menurunkan tingkat dan potensi kejahatan. "Ini menjadi cikal bakal untuk meningkatkan kesadaran hukum secara nasional. Ke depan saya berharap pemenuhan dan perlindungan HAM dapat kita capai," ujarnya. (T.KR-RY/F003)
Piagam penghargaan dan medali bernama Anubhawa Sasana tersebut diserahkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di Makassar, Selasa.
Penghargaan diberikan kepada kepala daerah dan kepala wilayah atas prestasi dalam membina dan mengembangkan desa atau kelurahan menjadi sadar hukum.
Kriteria penilaian dalam penghargaan tersebut adalah tidak terdapatnya pernikahan di bawah umur sesuai Undang-Undang Nomor I/1974, pelunasan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan 90 persen atau lebih.
Angka kriminalitas dan kasus narkoba rendah serta tingginya kesadaran masyarakat pada kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri menyampaikan apresiasinya pada kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo atas seluruh prestasi yang telah diraih Provinsi Sulsel selama ini.
"Provinsi Sulsel adalah salah satu provinsi terbaik dari sisi kesejahteraan karena pertumbuhan ekonominya rata-rata mencapai delapan hingga sembilan persen sementara nasional enam hingga tujuh persen," ujarnya.
Menurut Menteri, hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa apalagi masyarakat Sulsel sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras dan pedagang sukses. "Ini menjadi sumber daya manusia yang luar biasa, selamat," katanya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi yang tinggi bagi masyarakat Sulsel untuk mencapai target "center of exellent" di Indonesia.
"Kami sangat serius mendorong ekonomi dan pendidikan yang tentu harus dibungkus dengan kesadaran yang baik dari masyarakat, terutama jajaran pemerintahan agar tidak keluar dari konteks aturan. Jangan pernah melawan hukum," katanya.
Sejauh ini, lanjutnya, perbaikan-perbaikan dari sisi administrasi kenegaraan dari tingkat desa dinilai cukup signifikan.
"Beberapa daerah telah membuka secara jaringan administrasinya sehingga dapat dikontrol langsung BPK begitu juga dengan proses tender," ujarnya.
Peningkatan kesadaran hukum mulai dari desa diharapkan akan semakin menurunkan tingkat dan potensi kejahatan. "Ini menjadi cikal bakal untuk meningkatkan kesadaran hukum secara nasional. Ke depan saya berharap pemenuhan dan perlindungan HAM dapat kita capai," ujarnya. (T.KR-RY/F003)
Sumber : http://antara-sulawesiselatan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar