Total Tayangan Halaman

Selasa, 09 Agustus 2011

Ekonomi Sulsel Terbaik

Selasa, 09-08-2011



Bisnis Keuangan dan Properti Paling Untung

MAKASSAR, Upeks—Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Sulsel terbaik di antara 33 provinsi di Indonesia pada triwulan II-2011.
Bisnis keuangan dan properti disebut sebagai usaha yang paling menguntungkan pada periode ini.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Bambang Suprijanto, Senin (8/8), berdasarkan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Nasional pada triwulan II-2011 mencapai 106,36 yang artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya dengan nilai ITK sebesar 102,42.
Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Sulsel dengan nilai ITK sebesar 114,57. Sebaliknya, Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 103,55.
Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan nilai ITB sebesar 108,6. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian mengalami peningkatan bisnis terendah dengan nilai ITB sebesar 104,53.
“Kondisi bisnis pada triwulan II-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja,” ujarnya.
Menurutnya, sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi dan peningkatan terendah adalah sektor listrik, gas, dan air bersih.
Peningkatan kapasitas produksi tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas, dan air bersih, sedangkan peningkatan rata-rata jam kerja tertinggi terjadi pada sektor konstruksi. Ia juga mengatakan, nilai ITK triwulan III-2011 sebesar 108,51.
“Berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II-2011,” ungkapnya.
Semua sektor ekonomi pada triwulan III-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor pengangkutan dan komunikasi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, sementara sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan mengalami peningkatan bisnis terendah.
Pemimpin Kantor Bank Indonesia, Lambok A Siahaan kepada Upeks, Senin (8/8) kemarin sore, pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua ini memang mengalami perbaikan, itu karena trend pertumbuhan ekonomi di Sulsel ditopang dengan realisasi proyek pemerintah berjalan baik dan recovery sector pertambangan yang mengalami perbaikan pula.
Sesuai Bank Dunia
Sementara itu Kepala Asisten II Sistem Ekonomi dan Pembangunan Prov Sulsel, Amal Natsir yang dimintai tanggapannya terkait pencapaian itu mengatakan, keberhasilan Sulsel mencapai predikat pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia berdasar (ITK) atau Index Consumer Confidence (ICC) karena Sulsel mampu memenuhi kriteria pertumbuhan yang digariskan Bank Dunia. Kriteria tersebut meliputi sektor produktif, yang meliputi bidang pertanian, industri, perdagangan, hotel dan restaurant, jasa pemerintahan dan jasa swasta.
Menurutnya, dengan momentum tersebut, Sulsel berpotensi menembus pertumbuhan 2 digit lebih tinggi pada triwulan ketiga.
Menurut dia saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di bidang pertanian 29,30%, industri 17%, dan perdagangan 13%.
“Itu artinya Sulsel masuk pada sektor modern. Agar prestasi ini dapat dipertahankan, Pemprov ke depan akan mengembangkan sektor agro bisnis. Yakni mengembangkan mesin pertanian di daerah penghasil agro industri,” ujar Amal Natsir, Senin (8/8).
Ada beberapa daerah yang mendukung capaian tersebut. Seperti Bone, Soppeng, Wajo (Bosowa) dan Sidrap, Pinrang Luwu (Sipilu). Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi.
“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini berada pada posisi 8,18%. Kedepan bisa naik dua digit, sehingga bisa mencapai 10,18 persen,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Komisi B DPRD Makassar Irwan ST mengatakan hasil kesimpulan BI dan BPS bahwa perekonomian Sulsel merupakan yang terbaik di Indonesia adalah hal yang wajar. Sebab, pertumbuhan ekonomi Sulsel 3 tahun terakhir mengalami peningkatan.
“Hal ini patut diapresiasi, hal ini diperoleh karena Pemprov betul-betul bekerja, koordinasi kebijakan antara Pemprov dengan Pemkot dan pemerintah kabupaten,” pungkasnya. 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar