Selasa, 09 Agustus 2011 21:50
Untuk Makassar sendiri disediakan
sekitar 4000 paket, sedangkat untuk kabupaten lain dengan jumlah 1000
paket. "Kami menyediakan paket murah ini untuk mengantisipasi
melonjaknya harga barang selama ramadhan," kata Gubernur Sulsel Syahrul
Yasin Limpo, disela pembukaan pasar murah di Pelabuhan Paotere, Selasa
(9/8)
Adapun isi paket murah tersebut, yakni 1 bukus kuncimas dua liter, 2 kilogram terigu kompas, 2 kilogram gula pasir, 5 bungkus mentega filma, 5 bungkus sarimie soto, 2 botor sirup DHT.
Syahrul mengatakan, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan pasar murah dengan sebaik-baiknya. "Pemprov selalu bertekad untuk membantu mengurangi kesulitan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah serentak disemua kabupaten," tandasnya.
Termasuk sudah berkoordinasi dengan pihak TNI untuk membantu transportasi kapal maupun pesawat untuk mengangkut bahan pangan di pulau terpencil.
Sementara itu Menteri Perdagangan RI, Marie Elka Pangestu mengatakan, pasar murah sebenarnya sudah tiga tahun berturut turut dilaksanakan pemerintah. Itu dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok.
"Mengenai kenaikan harga bahan pangan selama ramadhan merupakan hal yang biasa. Sebelum ramadhan akan naik lagi dan bisa dimaklumi," tandasnya.
Menteri dalam kesempatan itu juga menyempatkan memantau pasar di Makassar. Antara lain, pasar dadakan di kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo dan Pasar Pabaengbaeng. (er)
Adapun isi paket murah tersebut, yakni 1 bukus kuncimas dua liter, 2 kilogram terigu kompas, 2 kilogram gula pasir, 5 bungkus mentega filma, 5 bungkus sarimie soto, 2 botor sirup DHT.
Syahrul mengatakan, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan pasar murah dengan sebaik-baiknya. "Pemprov selalu bertekad untuk membantu mengurangi kesulitan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah serentak disemua kabupaten," tandasnya.
Termasuk sudah berkoordinasi dengan pihak TNI untuk membantu transportasi kapal maupun pesawat untuk mengangkut bahan pangan di pulau terpencil.
Sementara itu Menteri Perdagangan RI, Marie Elka Pangestu mengatakan, pasar murah sebenarnya sudah tiga tahun berturut turut dilaksanakan pemerintah. Itu dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok.
"Mengenai kenaikan harga bahan pangan selama ramadhan merupakan hal yang biasa. Sebelum ramadhan akan naik lagi dan bisa dimaklumi," tandasnya.
Menteri dalam kesempatan itu juga menyempatkan memantau pasar di Makassar. Antara lain, pasar dadakan di kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo dan Pasar Pabaengbaeng. (er)
Sumber : http://lintasterkini.com