Selasa, 09-08-2011
Kegiatan dirangkaikan safari Ramadan ke IV sekaligus penandatangan MoU penerapan Pendaftaran Sistem Online Serta Penghargaan BNP2TKI kepada Gubernur Provinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Syahrul mengaku, penyaluran tenaga kerja mampu menurunkan angka kemiskinan, pengangguran dengan membuka lapangan kerja, ujarnya Senin (8/8).
“Saya sering mengontrol tenaga kerja yang berasal dari Sulsel bekerja di Saudi Arabia, Jepang, Taiwan, dan Korsel. Apabila pekerjaan luar negeri memerlukan 10.000 tenaga, kami siap,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNP2TKI, Muh Jumhur Hidayat sangat mengapresiasi keberhasilan Gubernur Sulsel dalam mensosialisasikan, mendorong penyaluran tenaga kerja yang keluar negeri yang telah dilengkapi dengan dokumen.
Jumhur menuturkan, makin bertambahnya kebutuhan negara luar akan tenaga kerja menjadi peluang yang harus dijemput. Olehnya itu, kita sepatutnya perlu mempersiapkan tenaga-tenaga kerja di tanah air. Amerika Serikan setiap tahunnya memerlukan tenaga kerja berkisar 800.000 hingga 1 juta, Eropa memerlukan sekitar 1 juta, Jepang, dan Korea.
Srihartini, Kabusdit Informasi Pasar Kerja BNP2TKI yang juga ketua panitia melaporkan, saat ini sekitar 10.000 bidang pekerjaan ditawarkan luar negeri.
Pekerjaan itu termasuk, industri, perhotelan, kesehatan, dan pertanian. Negara-negara peminatnya seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Hongkong, Qatar dan Bahrain.
Di kesempatan yang sama, Kadisnakertrans Sulsel, H Saggaf Saleh menambahkan acara penyerahan kartu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu secara simbolis dilakukan Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo untuk 200 TKI yang akan dikirimkan ke berbagai negara, seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara lainnya, untuk lapangan kerja di sektor industri dan teknisi. Pemberangkatannya akan dilakukan secara bertahap. Hingga Agustus 2011 ini jumlah TKI yang sudah terkirim berjumlah 7.000 orang. Menurutnya selama 4 tahun terakhir ini jumlah TKI Sulsel yang terdaftar dan telah diberangkatkan mencapai 17.000 orang. “Yang tidak terdaftar jumlahnya lebih banyak lagi,” jelasnya.
Terkait TKI yang bekerja sebagai Pembantu Rumat Tangga (PRT) menurut Saggar, untuk wilayah Sulsel jumlahnya sedikit sekali. “Tahun lalu saja yang berprofesi sebagai PRT hanya berjumlah 102 orang saja dari puluhan ribu orang TKI.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar